MEDAN (Waspada.id) : Publik Kota Medan disuguhi aksi perang spanduk antara pengkritik dan diduga pendukung Wali Kota Medan Rico Waas.
Spanduk pertama dipasang saat momen setahun Kota Medan dipimpin Rico Waas dan Zakiyuddin terpampang di sejumlah sudut kota, berbunyi “Menggugat! Rico Waas Mundur! #WalkotaPomadeOut” usai aksi unjuk rasa Cipayung Plus baru-baru ini.
Kemudian muncul pula spanduk balasan yang berbunyi “Lebih Baik Wali Kota Pomade Daripada Pemimpin Mesum, Clear Ya” dan “Biar Tahu Kelen Wooi! Sejak Rico Wali Kota Medan, Calo Jabatan, Koruptor Proyek Stress! Mampos Klen Kan”.
Spanduk tersebut dipasang antara lain di Jl. T. Amir Hamzah, Jl. Kapten Muslim dan Jl. Sisingamangaraja depan Taman Makam Pahlawan.
Yang menarik perhatian publik adalah bunyi spanduk “Lebih Baik Wali Kota Pomade Daripada Pemimpin Mesum”. Tidak diketahui pemimpin mesum yang dimaksud, publik pun saling menduga dan bertanya-tanya.
Sekretaris Jenderal Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mimbar Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Andi Nasution kepada Waspada.id, Selasa (24/2/2026) malam, menilai publik jangan terlalu merepotkan diri, bahwa aksi spanduk tersebut ada yang menunggangi atau tidak.
Munculnya spanduk tersebut, kata Andi, tentunya sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap kinerja Rico-Zaki. “Dan hal tersebut bagian dari aspirasi berdemokrasi,” ucapnya.
Andi menegaskan, silahkan Rico-Zaki introspeksi diri, apa kekurangan mereka.
Publik juga menilai, memang masih banyak kelemahan Rico-Zaki, yang harus mereka jawab dengan program-program terukur demi kepentingan rakyat Kota Medan.
“Pemimpin itukan tempatnya fitnah, jadi gak perlu terlalu baper. Terlebih dalam era demokrasi sekarang ini,” tandasnya.(id96)











