Tim Dosen FT UMA Ciptakan Biodiesel Dari Limbah Minyak Goreng

  • Bagikan
Tim Dosen FT UMA Ciptakan Biodiesel Dari Limbah Minyak Goreng

MEDAN (Waspada): Tim Dosen Fakultas Teknik Universitas Medan Area (UMA) melakuan inovasi memproduksi energi terbarukan berupa prototipe biodiesel berbasis minyak goreng limbah,

Kegiatan ini merupakan program bantuan biaya luaran prototipe tahun 2023 yang diluncurkan Kemendikbud Ristek Dikti. Program ini merupakan langkah penting dalam mendukung lahirnya inovator-inovator baru yang berkontribusi pada pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Kegiatan ini diketuai Assoc Prof. Muhammad Idris, ST, MT dengan Tim Peneliti: Ir. Tino Hermanto, ST, M. Sc, dan Assoc. Prof Dr. Rahmadsyah, S. Kom, M. Kom, IPM, Asean Eng. Apec Eng. Kegiatan ini juga melibatkan lima mahasiswa dari Program Teknik Mesin UMA,

Assoc Prof. Muhammad Idris, ST, MT kepada Waspada, Kamis (28/12) mengatakan tim FT UMA berhasil mengembangkan biodiesel dengan memanfaatkan limbah minyak goreng

“Terima kasih kepada Kemendikbud Ristek Dikti atas dukungannya, dan semoga program ini terus diperkuat untuk mendukung inovasi di bidang bahan energi terbarukan, khuususnya bahan bakar biodiesel,” katanya.

Dia mengatan kegiatan ini sebuah proyek Inovasi dalam memproduksi energi terbarukan dan telah mencapai kemajuan signifikan terkait Prototipe biodiesel berbasis minyak goreng limbah.

Prof Idris mengatakan Penelitian ini menunjukkan bahwa variasi waktu reaksi pada proses transesterifikasi memainkan peran penting dalam menentukan kualitas biodiesel.

Pengujian awal mengungkapkan bahwa titik nyala biodiesel meningkat secara signifikan dengan waktu reaksi yang lebih panjang.

Misalnya, meskipun waktu reaksi 60 menit menghasilkan titik nyala di bawah standar kualitas, memperpanjang reaksi menjadi 70 dan 80 menit meningkatkan titik nyala menjadi lebih tinggi dari ambang batas kualitas yang diperlukan.

Ini menunjukkan peningkatan stabilitas termal pada waktu reaksi yang lebih panjang, yang bermanfaat untuk keamanan penyimpanan dan transportasi.

Parameter lain seperti viskositas dan densitas tetap konsisten di lintas waktu reaksi, dengan semua hasil berada dalam rentang kualitas yang diharapkan. Hal ini menunjukkan bahwa variasi waktu reaksi tidak berpengaruh signifikan terhadap viskositas biodiesel, mempertahankan sifat aliran dan pembakaran bahan bakar yang efisien.

Selain itu, katanya , pengujian densitas menunjukkan stabilitas pada 858.5 kg/m³ terlepas dari waktu reaksi, sejalan dengan rentang standar kualitas 850-890 kg/m³. Konsistensi ini menandakan bahwa durasi reaksi tidak mempengaruhi parameter densitas biodiesel.

Pengujian Bilangan Oksidasi Biodiesel


Pengujian juga mengindikasikan tren peningkatan bilangan oksidasi dengan waktu reaksi yang lebih panjang, meskipun hal ini memerlukan penyesuaian proses produksi untuk mencapai keseimbangan optimal antara stabilitas oksidatif dan performa.

Sementara itu, bilangan asam tetap dalam standar kualitas yang dapat diterima lintas waktu reaksi yang berbeda.

Namun, bilangan iodin secara konsisten di bawah standar yang diinginkan lintas semua waktu reaksi yang diuji, menandakan kebutuhan modifikasi proses untuk mencapai tingkat ketidakjenuhan yang diperlukan untuk aplikasi biodiesel tertentu.(m19)

Waspada/Ist
Saat tim melakukan pengujian bilangan oksidasi biodiesel

  • Bagikan