Medan

Tinjau Lokasi “Jembatan Maut” Sukadamai, Rico Waas Janji Bangun Akses Aman

Tinjau Lokasi “Jembatan Maut” Sukadamai, Rico Waas Janji Bangun Akses Aman
Wali Kota Medan, Rico Waas, saat meninjau kawasan Gg.Rel Medan Polonia, Jumat (17/4/2026), untuk melihat "jembatan maut". (Foto/IG: ricowaasofficial)
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Wali Kota Medan, Rico Waas, meninjau langsung ke lokasi jembatan lintasan kereta api yang sejak lama ambruk di kawasan Gang Damai, Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia, Jumat (17/4/2026).

Jembatan peninggalan masa kolonial Belanda tersebut diketahui telah runtuh sejak tahun 2024 lalu dan hingga saat ini belum difungsikan kembali. Akibat putusnya akses tersebut, warga, terutama pelajar, terpaksa menyeberangi Sungai Deli melalui pipa air milik Tirtanadi yang kini dijuluki sebagai “jembatan maut” karena sangat berbahaya.

Dalam peninjauannya, Rico Waas menegaskan bahwa jembatan tersebut memiliki nilai historis dan fungsi vital sebagai penghubung antarwilayah.

“Saya melihat langsung kondisi jembatan ini yang sudah tidak bisa digunakan. Padahal, dulu ini menjadi akses penting masyarakat untuk menyeberang,” ujar Rico.

Ia menjelaskan, jembatan tersebut dibangun pada masa kolonial Belanda sekitar tahun 1887 hingga 1915. Selain bernilai sejarah, struktur ini sangat krusial bagi mobilitas warga.

“Sejak dulu, sewaktu saya sekolah di SMA 2 Medan tahun 2004, jembatan ini memang dimanfaatkan masyarakat, termasuk anak-anak sekolah. Bahkan saya sendiri dulu pernah melintasinya,” kenang Rico.

Koordinasi dengan PT KAI

Merespons kondisi memprihatinkan yang dialami warga, Rico Waas menyatakan Pemerintah Kota Medan akan segera berkoordinasi intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku pemilik aset dan pengelola jalur rel.

Tujuannya adalah mencari solusi terbaik untuk membangun akses penyeberangan yang layak, aman, dan permanen.

“Kami bersama PT KAI akan menyiapkan strategi pembangunan akses penyeberangan yang layak dan aman bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurut Rico, pembangunan akses baru ini penting untuk mengembalikan konektivitas antarwilayah yang sempat terputus sejak peristiwa keruntuhan tahun lalu.

“Harapannya, ini bisa kembali menyambungkan aktivitas masyarakat dari satu wilayah ke wilayah lain dengan lebih dekat dan efisien,” tambahnya.

Catatan Sejarah dan Harapan Baru

Perlu diketahui, jembatan di kawasan Sukadamai ini runtuh secara tiba-tiba pada 16 September 2024 lalu. Peristiwa itu sempat viral dan menjadi perhatian luas karena warga panik, meski tidak menelan korban jiwa.

Saat kejadian, Wali Kota Medan periode sebelumnya, Bobby Nasution, dikabarkan telah turun ke lokasi dan berjanji akan membangun jembatan gantung sebagai solusi darurat. Namun, janji tersebut hingga kini belum terealisasi.

Akibatnya, warga dan siswa SMP Negeri 34 yang sekolahnya hanya berjarak sekitar 600 meter dari lokasi, terpaksa harus mengambil risiko nyawa melintasi pipa air yang licin dan sempit.

Kondisi inilah yang menjadi catatan penting bagi pemerintahan Rico Waas agar penanganan kasus ini tidak kembali berujung pada janji manis tanpa tindakan nyata.

Dengan peninjauan yang dilakukan hari ini, publik kini menanti langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan solusi infrastruktur yang aman dan secepatnya dinikmati masyarakat. (*)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE