Medan

Unimed Gelar Program Mahasiswa Berdampak Kemdiktisaintek Di Marelan

Unimed Gelar Program Mahasiswa Berdampak Kemdiktisaintek Di Marelan
Tim FT Unimed yang menggelar Program Mahasiswa Berdampak foto bersama dengan pejabat Kelurahan Terjun, Medan Marelan dan peserta pelatihan. Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Banjir yang kerap melanda Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga melumpuhkan salah satu alat transportasi vital masyarakat yakni sepeda motor sebagai sarana utama mobilitas dan penopang ekonomi keluarga.

Menjawab kondisi tersebut, tim Dosen dan mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan (FT.Unimed) hadir melalui Program Mahasiswa Berdampak, sebuah inisiatif pengabdian masyarakat yang mengusung pendekatan edukatif, teknis, dan berkelanjutan.

Program dilaksanakan pada 18 Februari 2026 sampai dengan 17 Maret 2026 di Kantor Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kodya Medan. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Lurah Terjun, Denny Ferdiansyah, S.H dan dihadiri oleh perangkat kelurahan dan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, ketua pelaksana, Dr. Ir. Erma Yulia, M.T menyampaikan bahwa program ini melibatkan 50 orang Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT.Unimed. Sebagai mitra, 40 orang dari unsure Karang Taruna dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

Kegiatan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), program ini dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan bantuan sesaat, tetapi sebagai upaya membangun kemandirian masyarakat dalam menghadapi dampak bencana.

Dari pengetahuan ke keterampilan nyata rangkaian kegiatan dimulai dengan pemaparan materi dan pelatihan teknis penanganan kendaraan bermotor saat dan pascabanjir. Sebelum pelatihan, peserta mengikuti pretest untuk mengukur pengetahuan awal mereka. Selanjutnya, dosen bersama mitra industri memberikan materi mengenai langkah-langkah penyelamatan kendaraan agar tidak mengalami kerusakan lebih parah.

Pelatihan kemudian berlanjut ke praktik langsung, di mana peserta belajar menangani sepeda motor yang terdampak banjir, mulai dari pembersihan sistem bahan bakar, perawatan sistem CVT, hingga pengecekan kelistrikan. Dalam proses ini, mahasiswa berperan sebagai instruktur lapangan yang dibimbing oleh mitra industri, AHS Nano Service Medan, guna memastikan setiap tahapan dilakukan sesuai standar.

Dari Data ke Aksi Nyata

Tidak berhenti pada pelatihan, mahasiswa juga melakukan survei langsung ke rumah warga untuk mengidentifikasi kendaraan yang terdampak banjir. Hasilnya, sebanyak 75 unit sepeda motor dipilih sebagai prioritas untuk mendapatkan servis gratis dan penggantian oli gratis,

khususnya bagi warga yang mengalami dampak paling parah dan belum mampu melakukan

perbaikan karena keterbatasan ekonomi. Kegiatan servis yang berlangsung pada 7–10 Maret 2026 ini menjadi salah satu titik penting program. Puluhan kendaraan yang sebelumnya tidak dapat digunakan kini kembali berfungsi, membantu warga kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Respon masyarakat pun sangat positif, karena program ini secara langsung memulihkan mobilitas dan produktivitas ekonomi mereka.

Di tengah rangkaian kegiatan teknis, mahasiswa juga menghadirkan sentuhan sosial melalui kegiatan bakti sosial dan berbagi takjil pada 11–14 Maret 2026. Mahasiswa bersama masyarakat membersihkan masjid dan lingkungan sekitar, serta membagikan takjil kepada warga dan pengendara. Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial, terutama di bulan suci Ramadan.

Program ini resmi ditutup pada 17 Maret 2026 di Kantor Lurah Terjun. Acara diawali dengan laporan dari Dr. Ir. Erma Yulia, M.T, yang menyampaikan capaian positif program selama pelaksanaan. Selanjutnya, Dr. Selamat Riadi,M.T., selaku Ketua Jurusan, menegaskan komitmen Unimed dalam mendukung pengabdian masyarakat secara berkelanjutan.

Penutupan dilakukan oleh Lurah Terjun, A. Zukri Alrasyid, S.Sos., M.I.P., yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam membantu pemulihan masyarakat pascabencana. Sebagai simbol keberlanjutan, dilakukan penyerahan hibah peralatan bengkel kepada Karang Taruna dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, serta pemberian cenderamata kepada pihak kelurahan. Bantuan ini diharapkan menjadi pondasi terbentuknya bengkel komunitas yang dapat terus berkembang sebagai sumber keterampilan dan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Program Mahasiswa Berdampak di Kelurahan Terjun bukan sekadar kegiatan pengabdian, melainkan proses pembelajaran dua arah: mahasiswa belajar dari masyarakat, dan masyarakat memperoleh pengetahuan serta keterampilan baru. Dari kondisi pascabencana menuju kemandirian, program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan industri dapat menghadirkan solusi nyata yang berkelanjutan.(wsp.id)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE