Breaking News
Memuat breaking news...

USU Dan Petani Desa Lubuk Cuik Terapkan Biochar Tingkatkan Produktivitas Cabai

Redaksi
Redaksi
Minggu, 10 Agustus 2025 - 8.08 PM WIB
USU Dan Petani Desa Lubuk Cuik Terapkan Biochar Tingkatkan Produktivitas Cabai
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id) : Tim Pengabdian Masyarakat dari Universitas Sumatera Utara (USU) telah melaksanakan program Optimalisasi Produktivitas Cabai melalui Edukasi dan Implementasi Biochar di Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara.

Kegiatan ini merupakan upaya nyata mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus adaptasi terhadap perubahan iklim.

Acara dihadiri oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Lubuk Cuik, kepala Desa beserta jajaran pemerintah setempat, perwakilan Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, dan masyarakat petani.

Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Ir. Charloq, MP, menjelaskan, Minggu (10/8) di Medan bahwa lahan cabai di Desa Lubuk Cuik sebagian besar merupakan lahan bekas sawah masam dengan tingkat keasaman tinggi (pH < 5), sehingga produktivitasnya rendah.


“Melalui aplikasi biochar yang berasal dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS), kesuburan tanah dapat ditingkatkan, pH tanah naik, retensi air lebih baik, dan ketersediaan unsur hara meningkat. Dampaknya, pertumbuhan cabai menjadi lebih optimal,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, para petani mendapatkan edukasi langsung mengenai manfaat biochar, teknik aplikasinya di lahan, serta pendampingan dalam penerapannya pada lahan percontohan (demplot). Tim juga melakukan analisis tanah sebelum dan sesudah aplikasi untuk memastikan perubahan kualitas tanah secara ilmiah.

Pemerintah Desa Lubuk Cuik memberikan apresiasi atas program ini. “Kami berharap teknologi biochar dapat terus digunakan oleh petani agar hasil cabai meningkat dan biaya pupuk berkurang,” kata petani.

Selain memberikan manfaat ekologis, penggunaan biochar juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, mendukung ekonomi sirkular, serta menjadi strategi mitigasi perubahan iklim.

Ke depan, tim pengabdian USU menargetkan teknologi ini dapat diadopsi secara mandiri oleh petani dan dikembangkan untuk komoditas pertanian lainnya di Batubara.(id14)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement