JAKARTA (Waspada.id): Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat total 1.975 kasus kecelakaan selama periode arus mudik Lebaran 1447 H/2026 M. Mayoritas terjadi di jalur darat sebanyak 1.966 kejadian, dengan rincian 58 orang meninggal dunia, 1.113 korban ditangani di pos kesehatan, dan 795 dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi kesehatan selama arus mudik, termasuk penanganan korban kecelakaan di berbagai jalur transportasi.
“Mayoritas kecelakaan terjadi di jalur darat, sehingga kami memastikan kesiapsiagaan pos pelayanan kesehatan untuk memberikan penanganan cepat serta rujukan bagi korban yang membutuhkan perawatan lanjutan,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan kumulatif 13–23 Maret 2026, sebanyak 28.696 pemudik telah memanfaatkan layanan kesehatan. Tiga penyakit terbanyak yang dialami pemudik yakni hipertensi, cephalgia (sakit kepala), dan gastritis.
Sementara itu, pada laporan harian 23 Maret 2026, tercatat 2.039 pemudik mendapatkan pelayanan kesehatan yang tersebar di 2.493 pos pelayanan kesehatan di 28 provinsi dan 321 kabupaten/kota.
Selain kecelakaan darat, Kemenkes juga mencatat kejadian kecelakaan laut sebanyak 7 kasus dengan 3 korban ditangani di pos kesehatan dan 4 dirujuk, serta 2 kasus tenggelam yang seluruhnya ditangani di pos kesehatan. Tidak terdapat kejadian kecelakaan udara selama periode tersebut.
Dari sisi keamanan pangan, dilakukan pemeriksaan terhadap 948 Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) di pelabuhan dan bandara. Hasilnya, 936 TPM (99 persen) memenuhi syarat dan 12 TPM (1 persen) tidak memenuhi syarat. Pada pemeriksaan harian, sebanyak 21 TPM diperiksa dan seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat.
Dalam pemeriksaan kesehatan pengemudi, dari total 4.371 pengemudi yang diperiksa, sebanyak 3.081 dinyatakan laik berkendara, 1.038 laik dengan catatan, dan 252 tidak laik.
Sementara pada pemeriksaan harian terhadap 71 pengemudi, 53 dinyatakan laik, 15 laik dengan catatan, dan 3 tidak laik berkendara. Adapun penyebab pengemudi tidak laik berkendara didominasi oleh hipertensi dengan tekanan darah di atas 170/110 mmHg sebanyak 153 orang, kadar gula darah di atas 300 mg/dL sebanyak 51 orang, kombinasi hipertensi dan gula darah tinggi sebanyak 18 orang, serta 30 orang terdeteksi positif alkohol atau NAPZA.
“Pada pemeriksaan harian, ditemukan 2 pengemudi dengan hipertensi tinggi dan 1 pengemudi positif alkohol atau NAPZA,” imbuh Agus.
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menambahkan bahwa Kemenkes telah menyiagakan berbagai sumber daya untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal selama periode mudik dan libur Lebaran.
“Kami menyiagakan 372 PSC 119, 36.371 tenaga cadangan kesehatan, serta 11 regional pusat krisis kesehatan yang melakukan pemantauan selama 24 jam di seluruh jalur mudik,” katanya. (id11)
















