Nusantara

Jadi Benchmark Sawit Berkelanjutan, PTPN IV PalmCo Raih Pengakuan RSPO Global

Jadi Benchmark Sawit Berkelanjutan, PTPN IV PalmCo Raih Pengakuan RSPO Global
PTPN IV PalmCo kembali memperoleh pengakuan atas komitmennya dalam penerapan prinsip tata kelola perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Waspada.id/ist
Kecil Besar
14px

PEKANBARU (Waspada.id): PTPN IV PalmCo kembali memperoleh pengakuan atas komitmennya dalam penerapan prinsip tata kelola perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

Pengakuan tersebut tercermin saat anak usaha Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) tersebut menjadi tujuan kunjungan studi lapangan yang dilakukan oleh Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) ke Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Cikasungka, Jawa Barat.

Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Aryo Gustomo selaku Director, Assurance RSPO, Farah Damia Mohd Zainal sebagai Assistant Manager Talent Acquisition RSPO. Selanjutnya para delegasi akademisi IPB yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Herdhata Agusta bersama Prof. Hariyadi dan puluhan mahasiswa magister (S2), sebagai bentuk validasi dari RSPO dan akademisi atas implementasi praktik keberlanjutan yang dijalankan perusahaan belum lama ini.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.

“Bagi PalmCo, penerapan standar RSPO bukan sekadar pemenuhan sertifikasi, melainkan menjadi fondasi dalam setiap proses bisnis kami, mulai dari hulu hingga hilir. Kami memastikan prinsip keberlanjutan terintegrasi dalam tata kelola, operasional, hingga pengelolaan lingkungan dan sosial, sehingga sustainability benar-benar menjadi strategi jangka panjang perusahaan,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Prof. Dr. Ir. Herdhata Agusta menyatakan bahwa PTPN IV dipilih sebagai laboratorium hidup yang ideal bagi sivitas akademika IPB. Kunjungan ini merupakan kali kedua bagi beliau, setelah sebelumnya membawa mahasiswa mata kuliah Limbah Pertanian untuk melihat proses pengolahan limbah di area yang sama.

Apresiasi RSPO

“Ini adalah pengalaman baru tentang bagaimana mengelola kelapa sawit berkelanjutan yang dipandu oleh sistem RSPO. Mahasiswa dapat belajar dan mengamati langsung di lapangan sebagai bekal pengalaman mereka di masa depan,” ungkap Prof. Herdhata.

Apresiasi senada disampaikan oleh Aryo Gustomo. Ia menilai PTPN IV PalmCo sebagai salah satu anggota RSPO yang memiliki komitmen keberlanjutan yang sangat kuat.

“PTPN adalah salah satu member kita yang sangat baik. PTPN sudah banyak mendapatkan sertifikat RSPO, terdapat 69 sertifikat dari 100 lebih Unit of Certification. Komitmen PTPN bukan hanya di tingkat operasional unit, tetapi telah diimplementasikan secara holistic dari pimpinan puncak perusahaan,” jelas Aryo.

Lebih lanjut, Aryo momentum ini sekaligus menegaskan bahwa kelapa sawit memiliki keunggulan produktivitas (high yield production) yang jauh lebih tinggi dibandingkan komoditas minyak nabati lainnya. “Kalau dikomparasikan per hektare, produktivitas kelapa sawit sangat tinggi. Kedelai pun per hektarenya tidak sampai 4 ton. Artinya, kita bisa mengelola area yang lebih kecil tapi dengan produksi yang tinggi,” tegasnya.

Sebagai pengingat bagi manajemen, Aryo juga menekankan pentingnya mempertahankan konsistensi kepatuhan (compliance) jelang pemberlakuan standar wajib RSPO terbaru.

“Standar baru tahun 2024 akan diterapkan secara wajib pada bulan Mei mendatang. Audit setelah bulan Mei harus menggunakan standar baru, termasuk memastikan status Independent Smallholder,” tambahnya.

Lonjakan Kinerja Pasca KSO

Validasi dari pihak ketiga ini berbanding lurus dengan fundamental bisnis PTPN IV PalmCo yang semakin kokoh. General Manager Distrik Jawa Barat Banten PTPN IV Regional 1, Ardiansyah, memaparkan secara komprehensif bagaimana restrukturisasi pembentukan Sub Holding dan Kerja Sama Operasi (KSO) di tahun 2022 telah membawa turnaround positif bagi wilayah kerjanya.

Saat ini, Distrik Jabar-Banten mengelola wilayah kerja seluas 20 ribu hektar lebih yang tersebar di 7 kebun serta 2 PKS (Kertajaya dengan kapasitas 60 Ton/Jam dan Cikasungka berkapasitas 30 Ton/Jam). Operasional ini didukung oleh lebih dari 2 ribu tenaga kerja yang merupakan kolaborasi harmonis dari entitas PTPN I dan PTPN IV.

“Produktivitas kebun kami terus meningkat tajam. Sebelum KSO di tahun 2021, produktivitas hanya 12,8 ton per hektar. Angka ini naik menjadi 15,2 ton/ha di 2024, hingga mencapai 16,7 ton per hektar pada tahun 2025. Rata-rata kenaikan kita mencapai 1 hingga 2 ton per hektar dalam setahun,” papar Ardiansyah.

Transformasi dan efisiensi operasional hulu hingga hilir ini bermuara pada lompatan laba perusahaan yang signifikan. Pasca perbaikan manajemen dan skema KSO, laba meningkat tajam menjadi Rp 422,1 miliar pada 2024, dan kembali mencatatkan rekor tertinggi dalam 10 tahun terakhir pada 2025 dengan capaian Rp 543 miliar.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan. “PalmCo akan terus berkomitmen menjalankan praktik bisnis yang mematuhi standar keberlanjutan yang ditetapkan oleh Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Kami meyakini bahwa kepatuhan terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan bukan hanya menjadi tanggung jawab moral dan tata kelola, tetapi juga terbukti mampu menciptakan nilai tambah serta memberikan dampak finansial yang luar biasa dan berkelanjutan bagi perusahaan,” tutupnya. (id23/rel)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE