JAKARTA (Waspada.id): Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, memimpin apel pemberangkatan perdana Petugas Haji Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (17/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, lebih dari 400 petugas haji dilepas untuk mengawali rangkaian pelayanan jamaah di Tanah Suci.
Dalam arahannya, Dahnil menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh, baik fisik maupun mental, dalam menjalankan tugas melayani jamaah haji.
Ia menyebutkan, kesiapan fisik menjadi hal pertama dan utama yang harus dipastikan oleh seluruh petugas. Namun, menurutnya, kekuatan fisik harus ditopang dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang.
“Petugas harus mampu mengelola emosi dan rohani. Kekuatan fisik harus ditopang oleh kekuatan batin yang siap,” ujar Dahnil.
Ia juga mengajak seluruh petugas untuk meniatkan tugas sebagai bentuk ibadah, sekaligus memastikan misi penyelenggaraan haji berjalan sukses. Dahnil mengingatkan bahwa tantangan penyelenggaraan haji tahun ini tidak ringan, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu dan dapat berubah sewaktu-waktu.
“Wakafkan diri sepenuhnya untuk menunaikan tugas di Tanah Suci. Ini adalah misi suci, bukan hanya untuk keluarga, tetapi juga bangsa dan agama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dahnil menguraikan karakteristik jamaah haji Indonesia yang harus dipahami oleh para petugas. Ia menyebut sebagian besar jamaah merupakan mereka yang “memampukan diri” untuk berhaji, bukan sekadar yang sudah mapan secara ekonomi.
Dari sisi pendidikan, sekitar 55 ribu jamaah tercatat lulusan sekolah dasar, sementara sekitar 56 ribu lainnya merupakan lulusan SMP dan SMA. Secara keseluruhan, lebih dari 100 ribu jamaah memiliki latar belakang pendidikan hingga tingkat menengah.
Selain itu, sekitar 30 persen jamaah berprofesi sebagai petani, dan sekitar 25 persen merupakan kelompok lanjut usia (lansia). Bahkan, dari total 177 ribu jamaah haji reguler, sebagian besar masuk dalam kategori risiko tinggi dari sisi kesehatan.
“Demografi ini yang akan dilayani. Maka tidak ada waktu untuk berleha-leha,” katanya.
Dahnil menegaskan, tugas sebagai petugas haji harus dinikmati sebagai jalan ibadah. Ia juga menyebut keberangkatan petugas tahun ini sebagai bagian dari sejarah baru dalam penyelenggaraan haji Indonesia.
“Sejarah baru ditulis oleh saudara semua. Kita akan menjadi tonggak baru dalam berhaji bagi Republik Indonesia,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Dahnil menyampaikan apresiasi atas dedikasi para petugas serta mendoakan agar seluruh rangkaian tugas berjalan lancar dan mendapat ridha Tuhan.
“Terima kasih atas dharma bakti saudara semua. Semoga apa yang kita niatkan hari ini diridhai Allah SWT. Kita semua diberi kesehatan, keluarga yang ditinggalkan juga sehat, dan kita selalu dalam perlindungan-Nya,” pungkasnya.
















