Olahraga

BWF Akui Kesalahan Wasit Sudirman Cup

BWF Akui Kesalahan Wasit Sudirman Cup
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada): Kepala Bidang Humas PP PBSI, Yuni Kartika, mengatakan BWF telah mengakui wasit yang memimpin laga Indonesia vs Denmark di Sudirman Cup 2025 membuat kesalahan.

Hal tersebut disampaikan BWF kepada PBSI atas dasar permohonan investigasi dari Indonesia. Setelah melakukan penelusuran dan pengkajian, BWF mengakui wasitnya berbuat kesalahan.

“BWF memberikan balasan permintaan investigasi terkait insiden yang terjadi di Sudirman Cup pada pertandingan Indonesia melawan Denmark di mana Rinov/Gloria berhadapan dengan Jesper Toft/Amalie Magelund.”

“BWF mengakui kesalahan yang dilakukan oleh wasit dari Hong Kong China ketika menyatakan shuttlecock mengenai raket Rinov pada skor 21-22 yang berakibat kekalahan Indonesia di game 1,” ucap Yuni dalam rilis resmi, Jumat (9/5).

Kendati demikian, kesalahan wasit tersebut dianggap bukan kesalahan dengan kesengajaan. Niat sang wasit dinilai beritikad baik dan jujur saat memimpin pertandingan.

“BWF juga mengatakan bahwa dalam kasus ini, kesalahan yang dilakukan oleh wasit BWF merupakan keputusan yang diambil dengan itikad baik dengan niat yang jujur – meskipun rekaman gerak lambat menunjukkan bahwa itu adalah kesalahan penilaian.”

“BWF terus menanggapi kinerja wasit dan semua ofisial teknis dengan serius. Selanjutnya BWF akan menyerahkan kasus ini ke panel perwasitan untuk menentukan langkah selanjutnya,” kata Yuni menjelaskan.

Duel Rinov/Gloria vs Toft/Magelund diwarnai kontroversi di akhir gim pertama. Pukulan Toft melebar dan jatuh di luar lapangan ketika Rinov coba menjangkau shuttlecock.

Dalam tayangan ulang, Rinov terlihat jelas tidak menyentuh shuttlecock meskipun ia terjatuh di dekat shuttlecock. Dalam posisi itu, umpire menyatakan poin bagi Toft/Magelund.

Ini sekaligus mengakhiri gim pertama dengan skor 22-20 untuk ganda Denmark tersebut. Rinov/Gloria melakukan protes keras atas keputusan yang merugikan itu.

Umpire menganggap Rinov melakukan touch pada shuttlecock sehingga poin jadi milik Denmark. Wasit yang bertugas sampai masuk ke arena pertandingan untuk berdiskusi, namun tidak berubah.

Umpire tetap pada keputusannya dan Rinov/Gloria kalah 20-22 akibat blunder umpire. Meski Rinov/Gloria menerima keputusan itu, PBSI mengirim surat permohonan investigasi. (m18/ant)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Olahraga

Fajar/Fikri lolos ke 16 besar Indonesia Mastes 2026. PBSI JAKARTA (Waspada.id): Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke babak kedua atau 16 Besar Indonesia Masters 2026 setelah menundukkan Chen Zhi Ray/Lin Yu…

Olahraga

Antara JAKARTA (Waspada.id): Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Eng Hian (foto) menargetkan tim bulutangkis Indonesia meraih dua gelar juara Indonesia Masters 2026. Turnamen BWF kelas super 500 ini dijadwalkan…

Olahraga

Jonatan Christie akan melawan Lin Chun Yi pada partai final India Open 2026. AFP JAKARTA (Waspada.id): Final India Open 2026 akan mempertemukan tunggal putra Indonesia Jonatan Christie melawan Lin Chun Yi, Minggu…

Olahraga

JAKARTA (Waspada.id): Indonesia mengirimkan empat wakil ke India Open 2026 yang akan berlangsung di Indira Gandhi Indoor Stadium, 13-18 Januari. Tidak banyak wakil Indonesia yang akan tampil dalam India Open…

Olahraga

KUALA LUMPUR (Waspada.id): Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie (foto), menjaga asa Merah Putih di BWF World Tour Super 1000 Malaysia Open 2026 setelah melangkah ke babak semifinal. Unggulan keempat itu…