Breaking News
Memuat breaking news...

RTM 2026, Langkah Universitas Terbuka Menuju Kampus Kelas Dunia 2045

Redaksi
Redaksi
Rabu, 15 April 2026 - 10.03 PM WIB
RTM 2026, Langkah Universitas Terbuka Menuju Kampus Kelas Dunia 2045
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SURABAYA (Waspada.id): Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof Dr Ali Muktiyanto, mengajak seluruh jajaran pimpinan meneguhkan kembali jati diri kampus sebagai pelopor pendidikan terbuka dan jarak jauh sejak berdiri pada 1984. Ia menegaskan bahwa memasuki fase baru, UT tidak hanya dituntut bertahan, tetapi juga harus melompat lebih jauh menuju visi 2045 sebagai perguruan tinggi jarak jauh berkelas dunia, dengan kekuatan jaringan yang menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tahun 2026 yang digelar pada 13–16 April di DoubleTree by Hilton Surabaya.

Di tengah dinamika perubahan pendidikan tinggi yang semakin cepat, Universitas Terbuka tidak memilih sekadar mengikuti arus. Melalui RTM ini, kampus justru melakukan refleksi menyeluruh untuk memastikan setiap kebijakan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebanyak 259 peserta yang terdiri dari jajaran pimpinan pusat hingga daerah hadir dalam forum strategis tersebut.

Kehadiran mereka mencerminkan komitmen kolektif untuk memastikan bahwa standar mutu tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi benar-benar diimplementasikan secara konsisten di lapangan.
Mengusung tema “Penguatan Kewibawaan dan Reputasi Akademik Universitas Terbuka yang Berintegritas dan Revolusioner”, RTM 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan kualitas akademik secara berkelanjutan.

Sekretaris Universitas, Kurnia Endah Riana, dalam laporannya menegaskan bahwa RTM merupakan ruang refleksi strategis, bukan sekadar agenda tahunan. Menurutnya, reputasi akademik dibangun melalui konsistensi antara kebijakan dan implementasi di lapangan.

Ia menambahkan, forum ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya konstruktif, tetapi juga implementatif dan berdampak langsung bagi kemajuan Universitas Terbuka.

Pembahasan dalam RTM berlangsung komprehensif, meliputi evaluasi capaian mutu akademik dan non-akademik, hasil asesmen mutu internal, manajemen risiko, hingga umpan balik dari para pemangku kepentingan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap relevan dengan kebutuhan pengguna layanan pendidikan.

Untuk memperdalam pembahasan, peserta juga mengikuti diskusi kelompok terpumpun yang membahas empat aspek utama, yakni tata kelola, kualitas akademik, layanan pembelajaran jarak jauh, serta perluasan daya jangkau. Melalui forum ini, berbagai kesenjangan antara kebijakan dan implementasi diidentifikasi untuk kemudian dirumuskan solusi berbasis data.

RTM 2026 juga menghadirkan perspektif eksternal melalui kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi. Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, Wawan Wardiana, memberikan penguatan terkait pendidikan antikorupsi sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Selain itu, kegiatan ini turut didukung oleh berbagai mitra strategis, di antaranya Bank Rakyat Indonesia, Pos Indonesia, JNE, Bank BTN, Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia, dan Bank Negara Indonesia. Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa Universitas Terbuka memiliki peran strategis sebagai simbol hadirnya negara dalam menyediakan akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Oleh karena itu, perluasan jangkauan pendidikan hingga ke wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan harus terus diperkuat.
Dengan dukungan teknologi dan penguatan ekosistem pembelajaran digital, Universitas Terbuka didorong untuk bekerja lebih efektif tanpa mengorbankan kualitas layanan yang merata.

Langkah ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas dan penguatan tata kelola yang inklusif serta akuntabel.
Pada akhirnya, RTM 2026 tidak hanya menjadi forum evaluasi internal, tetapi juga momentum konsolidasi untuk memastikan bahwa Universitas Terbuka terus berbenah, menjaga integritas, dan menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dari Surabaya, lahir kembali tekad untuk menjadikan Universitas Terbuka sebagai jembatan masa depan bagi masyarakat Indonesia melalui akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement