JAKARTA (Waspada.id): Kementerian Agama secara resmi memberikan apresiasi tinggi kepada sejumlah Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi. Kelimanya adalah DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Bengkulu, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta. Penyerahan apresiasi dilakukan dalam ajang bergengsi SPAN-PTKIN Awards 2026 yang digelar di Surabaya, Jumat (3/4/2026).
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi Kanwil dalam menyukseskan penerimaan mahasiswa baru tahun ini yang mencatatkan rekor peminat tertinggi sepanjang sejarah.
Berdasarkan kinerja dan kontribusi nyata, kelima penghargaan terdiri atas beberapa kategori.
Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta – Kategori Kanwil Berkinerja Unggul. Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan – Kategori Kanwil Penggerak Satuan Pendidikan. Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu – Kategori Kanwil Penggerak Siswa dan Santri. Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur – Kategori Kanwil Finalisasi Terbanyak. Kanwil Kemenag Provinsi DI Yogyakarta – Kategori Kanwil Responsif.
Ketua Panitia Nasional PMB-PTKIN 2026, Abd. Aziz, dalam laporannya menyebutkan bahwa tahun ini tercatat sebanyak 143.948 siswa dari 12.174 satuan pendidikan (MA/SMA/Pesantren sederajat) bersaing memperebutkan kursi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di seluruh Indonesia.
Tingginya antusiasme pendaftar selaras dengan hasil survei minat siswa. Data menunjukkan 97,3% siswa meyakini kualitas PTKIN setara dengan universitas umum papan atas, dan 96,7% optimistis lulusan PTKIN mampu bersaing di pasar kerja global.
“Masyarakat kini melihat PTKIN sebagai paket lengkap: basis karakter keagamaan kokoh, biaya terjangkau, dan standar akademik kelas dunia,” ujar Prof. Abd. Aziz.
Tahun 2026 juga menjadi tonggak sejarah dengan diperkenalkannya program pemetaan kesehatan mental bagi calon mahasiswa. Inovasi ini menjadikan PTKIN sebagai pionir institusi pendidikan yang memprioritaskan kesejahteraan psikologis mahasiswa di samping capaian akademik.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyoroti fenomena unik di mana pendaftar dari madrasah kini melampaui jumlah pendaftar dari sekolah umum.
“Ekosistem pendidikan Islam kita semakin solid. Lulusan PTKIN kini sangat kompetitif, bahkan mudah menembus universitas ternama di Inggris dan Eropa,” jelasnya.
Kesuksesan SPAN-PTKIN 2026 juga didukung oleh berbagai inovasi strategis, termasuk pelibatan Pusat Asesmen Pendidikan dalam proses seleksi guna meningkatkan akurasi dan kualitas penilaian.
















