Breaking News
Memuat breaking news...

64 Pria, 62 Wanita Dan 20 Anak Rohingya Terdampar Di Pantailabu

Redaksi
Redaksi
Kamis, 24 Oktober 2024 - 2.08 PM WIB
64 Pria, 62 Wanita Dan 20 Anak Rohingya Terdampar Di Pantailabu
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

DELISERDANG (Waspada): Sebanyak 64 orang pria dewasa, 62 orang wanita dewasa dan sebanyak 20 anak-anak dan Balita pengungsi etnis Rohingya asal Myanmar, ditemukan terdampar, Kamis (24/10) pukul 04.00 WIB, di muara Pantai Dewi Indah, Kecamatan Pantailabu Kabupaten Deliserdang.

Informasi yang dihimpun Waspada, pengungsi etnis Rohingya yang totalnya sebanyak 146 orang kini ditampung di Aula Kantor Camat Pantailabu, sebelumnya mereka menggunakan satu perahu besar, terdampar di pantai. Warga sekitar yang melihat banyaknya kehadiran orang asing, melaporkannya ke Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Pantailabu.

Sebanyak 146 orang pengungsi etnis Rohingya kini masih dilakukan pendataan dan dimintai keterangannya, namun Muspika Pantailabu masih kewalahan karena pengungsi tidak memahami bahasa Indonesia.

Sekretaris Camat (Sekcam) Pantai Labu Azizur mengatakan, pengungsi Rohingya yang terdampar di muara Pantai Dewi Indah, Kecamatan Pantailabu sudah berada di Aula Kantor Camat Pantai Labu. "Selanjutnya kita arahkan di Aula Kantor Camat Pantai Labu agar bisa koordinasi dengan pihak terkait," katanya.

Azizur mengakui, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi sehingga belum ada kesepakatan terkait pengungsi Rohingya tersebut. "Ini masih tahap koordinasi, belum tahu bagiamana koordinasinya nanti kita sampaikan kalau sudah ada kesepakatan pihak-pihak terkait," ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Polresta Deliserdang, Kodim 0204/DS, bahkan pihak Imigrasi sudah berada di kantor Camat Pantailabu. (a16).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement