Breaking News
Memuat breaking news...

BBM Langka Di Palas Akibat Gangguan Mesin Pompa SPBU

Redaksi
Redaksi
Jumat, 23 Februari 2024 - 11.25 AM WIB
BBM Langka Di Palas Akibat Gangguan Mesin Pompa SPBU
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SIBUHUAN (Waspada): Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Padang Lawas (Palas), ternyata diakibatkan keterlambatan pengiriman, terjadinya gangguan aplikasi dan mesin pompa.

Demikian keterangan yang dihimpun Waspada, Jumat (23/2) pasca terjadinya kelangkaan BBM di wilayah Padang Lawas.

Menurut keterangan Kapolres Padang Lawas, AKBP Diari Astetika, S.IK melalui Kasat Reskrim, AKP H. Hutagalung, SH, MH, menyusul berita kelangkaan BBM itu, Polres Padang Lawas bersama Diskoperindag langsung melakukan peninjauan di sejumlah SPBU di Padang Lawas.

Dimana keterangan pihak pengelola SPBU mengatakan, bahwa belakangan sering terjadi keterlambatan pengiriman BBM dari pangkalan.

Belum lagi ada beberapa SPBU yang mengalami kendala dan gangguan pada mesin pompa, serta gangguan aplikasi my Pertamina.

Sehingga akibat berbagai kendala yang terjadi, pengisian BBM di SPBU sedikit terganggu, bukan karena kelangkaan atau kurangnya pasokan BBM.

Plt. Kadis Koperindag, Marza Jennova melalui Plt. Kabid perdagangan, Magdalena S.Sos, juga menyampaikan hal senada.

Pada dasarnya tidak ada kelangkaan, hanya saja keterlambatan pengiriman, dan gangguan pada mesin pompa pada salah satu SPBU, katanya. (a30/B)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement