Sumut

BMKG Gandeng PJT I dan PT Inalum Modifikasi Cuaca Jaga Ketersediaan Air Danau Toba

BMKG Gandeng PJT I dan PT Inalum Modifikasi Cuaca Jaga Ketersediaan Air Danau Toba
Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG,a Edison Kurniawan memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Kantor Stasiun Meteorologi Kelas II Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Kamis (9/4). Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

TAPUT (Waspada.id): Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gandeng Perum Jasa Tirta I (PJT I) selaku pengelola Wilayah Sungai Toba Asahan dan PT Inalum menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menjaga ketersediaan air di Danau Toba.

Kegiatan ini akan digelar selama 25 hari terhitung mulai 9 April hingga 3 Mei 2026.

Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Edison Kurniawan, mengatakan, OMC dilakukan sebagai upaya preventif menghadapi prediksi musim kemarau yang diperkirakan datang lebih awal guna menjamin ketersediaan air baku untuk irigasi sebagai ketahanan pangan, air baku pdam, air baku industri, air baku PLTA sebagai bentuk ketahanan energi dan kebutuhan air untuk mendukung aktivitas masyarakat / pariwisata yang berada di Wilayah Sungai Toba Asahan.

Edison menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan hingga 8 April 2026, kondisi tinggi muka air Danau Toba tercatat berada pada ketinggian ±903.00 mdpl yang lebih rendah dari pola operasi bulan April periode I yaitu 903,30 mdpl.

“Tren penurunan elevasi ini dipicu oleh intensitas curah hujan yang rendah sejak awal tahun 2026,” ujarnya, Kamis (9/4).

Jadi, lanjutnya, jika kondisi ini terus berlanjut dikhawatirkan penurunan muka air tersebut akan semakin berdampak pada tidak terpenuhinya kebutuhan air baku baik kawasan Danau Toba hingga Sungai Asahan di Wilayah Sungai Toba Asahan selama tahun 2026.

“Menanggapi kondisi tersebut, PJT I dan PT Inalum bersinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melaksanakan intervensi teknologi rekayasa atmosfer,” sebutnya.

Adapun pelaksanaan OMC pada bulan April dinilai sebagai waktu yang paling ideal untuk memanfaatkan potensi awan hujan yang masih tersedia dengan tetap memperhatikan potensi kerawanan bencana sebelum memasuki puncak musim kemarau di wilayah Sumatera Utara yang diprediksi mulai terjadi pada Mei 2026.

Edison menerangkan, bahwa poin-poin utama dalam pelaksanaan OMC ini meliputi:
● Pemanfaatan Teknologi Seeding: Menggunakan bahan semai higroskopis berupa
bubuk/powder NaCl dan CaO. CaO digunakan untuk mengarahkan pertumbuhan awan agar lebih fokus di area tangkapan air (DTA), sementara NaCl mempercepat proses terjadinya hujan.
● Target Operasi: Meningkatkan intensitas curah hujan untuk menambah cadangan
air (storage) waduk/danau guna menanggulangi defisit air.
● Durasi Kegiatan: Operasi direncanakan berlangsung selama 25 hari dengan pengawasan ketat dari tim ahli meteorologi, hidrologi, dan lingkungan.

Komitmen pelayanan langkah ini merupakan bagian dari mandat perusahaan dalam memastikan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

“OMC adalah salah satu instrumen strategis untuk memitigasi risiko kekeringan dan menjaga keseimbangan neraca air, sehingga fungsi Danau Toba sebagai penopang ekonomi lokal, ketahanan air, ketahanan pangan dan ketahanan
energi nasional tetap terjaga,” pungkasnya.

Sementara Kepala Sub Divisi Pengusahaan Wilayah Sungai Toba Asahan PJT1, Gede Santika mengatakan, pihaknya juga memastikan bahwa seluruh proses pelaksanaan OMC telah melalui kajian risiko yang komprehensif untuk meminimalisir hambatan operasional dan dampak lingkungan di lapangan, serta untuk mendukung kelancaran dan ketepatan operasional, evaluasi kegiatan dilaksanakan secara harian pada saat sebelum dan setelah pelaksanaan terbang
penyemaian.(***7)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE