SAMOSIR (Waspada.id): Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Samosir menyatakan kekecewaannya terhadap pemberitaan Majalah Tempo yang menurutnya menghina Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, serta merendahkan marwah Partai NasDem.
Kekecewaan itu disampaikan Ketua Fraksi NasDem DPRD Samosir Marco Simbolo, Kamis (17/4) di Pangururan. Ia menilai pemberitaan Tempo tersebut tidak berimbang dan mengandung narasi yang merugikan Surya Paloh secara pribadi maupun institusi Partai NasDem.
“Kami sangat kecewa. Sebagai kader, kami menilai pemberitaan itu sudah di luar batas kritik yang sehat. Ini sudah masuk ke penghinaan terhadap Ketum kami, Bapak Surya Paloh, dan mencederai nama baik Partai NasDem,” ujar Marco.
Marco menegaskan, kritik pers adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun ia meminta agar media tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, mengedepankan prinsip keberimbangan, dan tidak menyebarkan framing yang bersifat menyerang kehormatan seseorang.
“Silakan mengkritik kebijakan, tapi jangan sampai menghina personal dan partai. Bapak Surya Paloh adalah tokoh bangsa yang punya kontribusi besar. Kami di daerah ini merasa ikut tersakiti,” tegasnya.
Fraksi NasDem Samosir meminta agar Tempo memberikan klarifikasi dan hak jawab sebagaimana diatur dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999. Marco juga mengimbau seluruh kader NasDem di Samosir untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan menyerahkan persoalan ini melalui jalur yang bermartabat.
“NasDem adalah partai yang menjunjung tinggi restorasi dan etika berpolitik. Kami akan tempuh cara-cara yang sesuai hukum dan etika pers,” tutup Marco.
Sementara Sekretaris Fraksi yang juga Ketua Garnita NasDem Kabupaten Samosir, Juliana Pardede menegaskan bahwa isu terkait kedekatan politik serta spekulasi merger yang dimuat dalam pemberitaan Majalah Tempo tidak memiliki dasar fakta.
Dirinya juga menyampaikan keberatan atas narasi tersebut karena dinilai dapat menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat, baik terhadap Partai NasDem maupun terhadap Ketua Umum Surya Paloh.
“Bahwa isu kedekatan politik dan tentang spekulasi merger dalam pemberitaan Majalah Tempo tidak berdasarkan fakta, sehingga dapat menimbulkan persepsi yang keliru terhadap partai dan ketua umum kami Surya Paloh,” tegas Juliana.
Pihaknya meminta agar pemberitaan yang menyangkut arah politik partai didasarkan pada konfirmasi dan data yang valid. Menurut mereka, spekulasi tanpa dasar berpotensi merugikan citra partai di daerah, terutama menjelang agenda-agenda politik ke depan. (id103)










