Scroll Untuk Membaca

SumutHeadlines

Diduga Dicurangi Saat Ujian PPPK, Seorang Guru Honor Di Langkat Unggah Video Tiktok 

Salah seorang guru honor di Langkat buat lagu video Tiktok tanda protes tidak puas dengan hasil ujian PPPK guru 2023. Waspada/ist 
Salah seorang guru honor di Langkat buat lagu video Tiktok tanda protes tidak puas dengan hasil ujian PPPK guru 2023. Waspada/ist 
Kecil Besar
14px

LANGKAT (Waspada): Diduga dicurangi saat ujian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja  (PPPK) guru 2023, salah seorang guru honor di Langkat buat lagu singkat di video Tiktok. 

Hal itu sebagai aksi bentuk protes terhadap hasil Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) dengan sistem CAT yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan BKD.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Diduga Dicurangi Saat Ujian PPPK, Seorang Guru Honor Di Langkat Unggah Video Tiktok 

IKLAN

Dalam lagu video akun Tiktok @calonibunegaramuuu itu terdengar lagu yang liriknya menyindir Panitia Pelaksana Ujian PPPK 2023.

Diduga Dicurangi Saat Ujian PPPK, Seorang Guru Honor Di Langkat Unggah Video Tiktok 

DI tempat terpisah, salah seorang guru honor di Langkat yang tidak mau namanya disebutkan ketika dikonfirmasi, Selasa (26/12) mengatakan, pada saat ujian PPPK hasil nilai ujiannya 376 namun pada saat pengumuman malah berkurang. 

“Temanku nilainya 600 pada saat pengumuman berubah menjadi 400. Begitu juga guru honor yang senior yang bertugas 20 tahun ke atas malah kalah dalam ujian PPPK 2023 kali  ini,” jelasnya. 

Salah seorang pengurus Aliansi Guru Honor Kabupaten Langkat ketika dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan  pedoman SKTT itu Permendikbud 298 tahun 2023 .

” Yang jadi pertanyaan mereka kenapa tidak  ada transparansi sistem penilaiannya. Karena ada yang diberi nilai minimal dan ada yang diberi nilai maksimal,” ucapnya.  

Terpisah, Kadis Pendidikan Kabupaten Langkat H Syaiful Abdi ketika dikonfirmasi via seluler mengatakan sistem aplikasi yang dibangun Permendikbud banyak yang belum dimengerti peserta ujian PPPK. 

Dikatakan, seharusnya ada sosialisasi BKN kepada peserta sebelum melaksanakan ujian. “BKN sudah mengakui memang belum ada sosialisasi kepada peserta tentang aplikasi sistem CAT itu dikurangi jadi 70 persen itu yang dimunculkan,” jelasnya .(cbap)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE