Breaking News
Memuat breaking news...

Gubsu Tinjau Sempadan Sungai Sibuluan, Pastikan Rekonstruksi Tanggul Dan Hunian Warga Dipercepat

Redaksi
Redaksi
Rabu, 15 April 2026 - 10.17 AM WIB
Gubsu Tinjau Sempadan Sungai Sibuluan, Pastikan Rekonstruksi Tanggul Dan Hunian Warga Dipercepat
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAPTENG (Waspada.id): Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau kondisi sempadan sungai sekaligus menemui warga terdampak banjir bandang November 2025 di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan rekonstruksi tanggul serta rehabilitasi permukiman warga.

Dalam kunjungan pada Selasa (14/4/2026), Gubernur bersama rombongan meninjau rencana pembangunan bronjong (sheet pile beton) yang sebelumnya hancur tergerus banjir hingga menyebabkan longsor dan merusak permukiman. Proses rekonstruksi kali ini membutuhkan pemetaan lebih komprehensif, mengingat akses menuju lokasi melewati kawasan padat penduduk.

Adapun titik yang dikunjungi meliputi Sungai Panjaitan (hilir pertemuan Sungai Siaili Tukka dan Sungai Aek Tolang) serta Sungai Aek Sibuluan di Kecamatan Pandan. Kedua lokasi tersebut mengalami kerusakan bronjong pada jalur tikungan sungai.

"Jadi karena arus air deras menghantam bronjong dan membuat tanahnya ambles. Bahkan puluhan meter tanah kini berubah menjadi aliran air sungai," ujar Bobby Nasution di sela peninjauan di tiga titik lokasi.

Selain pembangunan bronjong, Bobby Nasution juga menyiapkan solusi bagi warga yang kehilangan rumah dan lahan melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P). Pemerintah Provinsi Sumut akan menangani sejumlah titik sesuai kewenangan.

"Karena ini menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, maka ini kita tanggungjawabi. Kalau bisa ada tanah (tapak rumah) penggantinya, kita bebaskan lahannya dan bangun rumahnya sampai selesai. Lahan yang lama, kami minta warga merelakannya untuk kita bangun sheet pile (bronjong)," tegasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumut, Gibson Panjaitan, menyampaikan bahwa pembangunan bronjong akan menggunakan sistem pasak bumi (sheet pile beton) agar lebih kokoh dan tahan terhadap arus deras.

"Kendala yang ada selama ini adalah kondisi permukiman padat serta perlunya persetujuan warga terdampak agar pembangunan dapat berjalan. Tadi Pak Gubernur sudah langsung turun meminta dukungan masyarakat," jelas Gibson.

Ia menambahkan, sebagian pekerjaan awal telah dilakukan, yakni pengerukan dasar sungai yang mengalami sedimentasi pascabanjir menggunakan alat berat. Pembangunan bronjong ditargetkan mulai pada Mei 2026 atau paling lambat Juni 2026.

"Dari instruksi Pak Gubernur, paling lama kita mulai itu Juni 2026. Kalau kendala di lapangan bisa teratasi, maka waktu pengerjaannya bisa lebih cepat. Yang penting dukungan masyarakat untuk memudahkan pengerjaannya," kata Gibson.

Adapun panjang bronjong yang akan dibangun diperkirakan mencapai 400 hingga 600 meter di setiap titik, dengan penentuan berdasarkan skala prioritas wilayah berisiko tinggi terdampak banjir. (DISKOMINFO SUMUT)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement