SIMALUNGUN (Waspada.id): Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (HIMAPSI) menyematkan rapor merah kepada 27 anggota dewan setempat atas ketidakhadiran mereka pada Sidang Paripurna DPRD HUT ke-193 Kabupaten Simalungun, Sumut, pada 11 April lalu.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HIMAPSI, Dian G Purba Tambak mengatakan dari 50 jumlah anggota DPRD Simalungun hanya 23 orang atau 46 persen yang hadir. Kondisi itu dinilai menjadi preseden buruk terhadap kualitas dan profesionalisme penyambung lidah masyarakat.
“Di mana anggota dewan-lah yang menjadi perwakilan rakyat dalam meramu sebuah keputusan berdasarkan peraturan yang berlaku. Artinya, bahwa setiap kebijakan yang dilakukan DPRD adalah bersumber dari rakyat,” ucapnya saat ditemui di Kota Pematangsiantar, Senin (13/4/2026).
“Kondisi yang terjadi sudah mendapat sorotan publik lantaran dianggap kurang disiplin dan tidak menghormati momen bersejarah di Simalungun,” tambah Dian didampingi jajaran pengurus HIMAPSI.
Menurutnya, 27 anggota dewan yang tidak hadir tidak menjunjung nilai “Habonaron” serta meremehkan marwah Simalungun. Amanah yang diberikan selama lima tahun layaknya dijadikan sebagai kepercayaan di tengah-tengah masyarakat.
“Kami sangat kecewa dengan kondisi yang terjadi dan menilai ke-27 anggota DPRD tidak mempertontonkan sikap menghargai terhadap nilai luhur budaya Simalungun,” tuturnya.
Dian mendesak Pimpinan DPRD dan Badan Kehormatan DPRD (BKD) Simalungun agar memanggil dan meminta keterangan 27 anggota dewan yang dimaksud, agar ketidakhadiran itu diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi lembaga wakil rakyat.
“Jangan sampai nanti masyarakat membangun opini bahwa kejadian ini merupakan kelalaian dari Pimpinan DPRD. Kami juga akan segera menyurati Pimpinan Partai masing masing anggota dewan. Dimulai dari daerah, wilayah sampai ke pusat. Kami menganggap ini adalah persoalan serius,” katanya menerangkan.
Tidak lupa, Dian mengapresiasi 23 anggota DPRD yang hadir pada paripurna tersebut. Dia menilai, sebagai publik figur, anggota dewan harus menjadi panutan bagi rakyatnya sendiri.
Berikut daftar anggota DPRD yang hadir:
1. Sugiarto – Golkar
2. Samrin Girsang- PDIP
3. Bonauli Rajagukguk – Gerindra
4. Jefra Manurung – NasDem
5. Bernhard Damanik – NasDem
6. Frandi Sitio – Hanura
7. Johannes Sipayung – Demokrat
8. Julham Apandi Saragih – Golkar
9. Abdul Razak – Golkar
10. Junita Munthe – PDIP
11. Jon Manat Purba – PDIP
12. Efharis Juster – Perindo
13. Jadiaman Manik – Perindo
14. Jefri Saragih – PDIP
15. Suriawan – Hanura
16. Rudi Sembiring – Golkar
17. Martua Simamora – Gerindra
18. Tangkas Kroni Silitonga – Nasdem
19. Lambok Silalahi – Nasdem
20. Eko Satria Yogi – PPP
21. Sekar Sari Damanik – Gerindra
22. Hotman Sipayung – Demokrat
23. Sariadi Saragih – Perindo
Daftar anggota DPRD yang tidak hadir:
24. Sastra Joyo Sirait – Gerindra
25. Melisa Tarigan – Gerindra
26. Erwin Parulian Saragih – Gerindra
27. Perikson Purba – Gerindra
28. Maraden Sinaga – PDIP
29. Jonson Sinaga – PDIP
30. Aripin Panjaitan – PDIP
31. H Mariono – PDIP
32. Aprimo Sibarani – Golkar
33. Umar Yani – Golkar
34. Eva Sinaga – Golkar
35. H Girun – Golkar
36. H Budi – Golkar
37. Makmur Damanik – Golkar
38. Tomy Saragih – Golkar
39. Chrismes Haloho – Golkar
40. Marandus Sitindaon – Golkar
41. Kristok Damanik – Golkar
42. Lamhot Samosir – Golkar
43. Robensius Sembiring – NasDem
44. Jaholong Sinaga – NasDem
45. Histony Sijabat – Demokrat
46. Andre Sinaga – Demokrat
47. Walpiden Tampubolon – Demokrat
48. Joel Sinaga – Perindo
49. H Karnali Saragih – Gelora
50. Tuansir – PKS. (Ata)










