PANYABUNGAN (Waspada.id): Kondisi memprihatinkan ruas jalan penghubung Jembatan Merah (Kec. Panyabungan Selatan) menuju Muarasoma (Kec. Batang Natal) yang amblas dan terkikis luapan air, memicu kemarahan berbagai kalangan. LSM hingga mahasiswa mendesak Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, untuk tidak menutup mata dan segera melakukan perbaikan.
Wakil Ketua LSM Merpati Putih Tabagsel, Abdul Hadi Pulungan, SH, MH, menegaskan jalan tersebut merupakan bagian dari wilayah Sumatera Utara, sehingga sudah seharusnya mendapatkan perhatian serius dan anggaran pemeliharaan rutin setiap tahun.
“Jalan ini masih wilayah Sumut, sisihkan dong anggaran pemeliharaannya. Jangan abaikan kondisi yang sudah amblas dan terkikis air ini,” ujar Abdul Hadi kepada wartawan di Sopo Tinjak, Kecamatan Batang Natal, Sabtu (18/4) sore.

Ia memperingatkan, jika ruas jalan antara Sopotinjak hingga Bulusona ini putus total, maka dampaknya akan sangat fatal. Puluhan ribu jiwa warga yang tersebar di Batang Natal, Linggabayu, Rantobaek, Natal, hingga Muara Batang Gadis akan kesulitan mendapatkan pasokan sembako.
Lebih jauh, Hadi menyoroti kinerja para wakil rakyat. “Ada 10 Anggota DPRD Sumut dari Dapil 7 yang mewakili daerah ini. Kalau mereka tidak tahu jalan ini rusak parah, mendingan angkat bendera putih saja, biar rakyat yang berjuang,” tegasnya.
Dampak Ekonomi dan Keselamatan
Sementara itu, Mahasiswa semester VIII STAIN Mandailing Natal, Abdul Bais Parinduri, yang juga kader PC PMII, menilai kerusakan jalan ini menunjukkan kurangnya keseriusan pemerintah.
“Ini bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan menyangkut keselamatan jiwa dan kelancaran ekonomi. Jalan ini akses utama menuju ibu kota kabupaten dan rute padat lalu lintas angkutan CPO,” ujarnya.
Ia pun ikut mendesak Gubernur dan seluruh elemen pemangku kebijakan untuk segera turun tangan. “Jangan cuma janji, tapi buktikan dengan tindakan nyata perbaikan. Kalau dibiarkan, rakyat yang akan terus dirugikan,” pungkasnya. (id100)










