Breaking News
Memuat breaking news...

Jangan Hanya Rakyat yang Ditangkap, Aktor Intelektual Pembunuhan di Runding Harus Dibongkar

Redaksi
Redaksi
Kamis, 9 April 2026 - 4.37 PM WIB
Jangan Hanya Rakyat yang Ditangkap, Aktor Intelektual Pembunuhan di Runding Harus Dibongkar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PANYABUNGAN (Waspada.id): Sekretaris Jenderal Satma AMPI Kabupaten Mandailing Natal, Mulya Harisandi, mendesak aparat penegak hukum untuk tidak berhenti hanya pada pelaku lapangan dalam kasus tewasnya Ferdiansyah di Desa Runding. Ia menuntut agar jaringan dan aktor intelektual di balik kasus tersebut diusut tuntas.

Meski Polres Madina telah menetapkan enam orang tersangka, Mulya menilai langkah tersebut belum menyentuh akar persoalan yang sebenarnya.

"Kenapa yang ditangkap hanya masyarakat? Lalu aktor intelektualnya mana? Jangan berhenti di pelaku lapangan saja. Ini harus diusut sampai ke otak di balik peristiwa ini," tegas Mulya, Kamis (9/4).

Menurutnya, kejadian ini tidak bisa dilepaskan dari konteks aktivitas tambang dan pengolahan emas ilegal yang diduga beroperasi secara terbuka. Ia menilai mustahil kegiatan sebesar itu berjalan tanpa ada pihak yang mengatur, membiayai, dan melindungi.

"Peristiwa ini terjadi di lokasi yang jelas ada penguasanya. Tidak mungkin berjalan tanpa ada yang backingi. Siapa pemiliknya, siapa yang dapat keuntungan, ini yang harus dibongkar," ujarnya.

Mulya juga menyoroti narasi yang menyebut kasus ini murni soal pencurian. Ia menilai hal tersebut terlalu menyederhanakan masalah, padahal di baliknya ada sistem pertambangan ilegal yang dibiarkan dan merusak.

"Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Kalau hanya rakyat kecil yang dijadikan tersangka sementara aktor besar dibiarkan, itu bukan keadilan, melainkan ketidakadilan yang dipelihara," tegasnya.

Ia meminta Polres Madina bekerja maksimal dan berani membongkar semua pihak yang terlibat, mulai dari pengelola hingga yang diduga sebagai punggawa dan penyokong dana, tanpa pandang bulu. (Id100)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement