Sumut

Kecewa Penanganan Bencana Tapteng Paling Lamban, Gubernur Bobby Ancam Hentikan Anggaran

Kecewa Penanganan Bencana Tapteng Paling Lamban, Gubernur Bobby Ancam Hentikan Anggaran
Kecil Besar
14px

TAPANULI TENGAH (Waspada.id): Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam menangani penanggulangan pascabencana yang dinilai belum menunjukkan hasil signifikan alias paling lamban dari daerah lain yang juga tertimpa bencana serupa.

Kritik keras itu disampaikan Bobby saat meninjau langsung wilayah terdampak bencana di Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Senin (13/4/2026), di tengah guyuran hujan deras.

Dalam kunjungan tersebut, Bobby secara terbuka menilai penanganan yang dilakukan Pemkab Tapteng masih jauh dari harapan dan tidak sejalan dengan arahan Pemerintah Pusat.

Ia bahkan menegaskan bahwa lambannya penanganan dapat berdampak pada penghentian dukungan anggaran.

“Kami sudah berulang kali datang dan menyampaikan ini harus segera ditangani. Kalau tidak berjalan, anggaran tidak akan kami berikan,” tegas Bobby dengan nada tinggi.

Ketegangan sempat terjadi ketika Camat Tukka, Munzir Hutagalung, mencoba memberikan penjelasan. Namun, penjelasan tersebut dinilai tidak memuaskan hingga memicu respons keras dari gubernur.

Di lokasi yang sama, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, terlihat lebih banyak diam saat situasi memanas, sementara bawahannya mendapat teguran langsung dari gubernur.

Bobby menyoroti bahwa hingga saat ini, wilayah Hutanabolon masih kerap dilanda banjir setiap kali hujan turun, meskipun bencana telah terjadi sejak November 2025 lalu. Kondisi tersebut dinilai sebagai indikator belum optimalnya penanganan di lapangan.

Ia juga menyinggung besarnya dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat yang seharusnya mampu mempercepat pemulihan. Namun, menurutnya, implementasi di daerah justru terkesan lamban.

“Masyarakat sudah menjerit. Bantuan besar sudah diperjuangkan, tapi pelaksanaannya tidak maksimal. Ini daerah yang paling lambat,” ujarnya.

Bahkan, Bobby membandingkan kinerja Tapanuli Tengah dengan daerah lain seperti Kabupaten Tapanuli Selatan yang dinilai lebih cepat dalam penanganan pascabencana, meskipun sama-sama terdampak cukup parah.

Pihak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui jajaran di lapangan berupaya memberikan penjelasan bahwa proses penanganan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sejumlah kendala seperti kondisi geografis, cuaca ekstrem yang masih berlangsung, hingga keterbatasan teknis di lapangan disebut menjadi faktor penghambat.

Camat Tukka, Munzir Hutagalung, dalam upayanya menjelaskan situasi menyebut bahwa pihaknya terus berupaya melakukan penanganan secara bertahap sesuai kemampuan yang ada.

Peristiwa ini memunculkan dorongan dari berbagai pihak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penanganan pascabencana di Tapanuli Tengah.

Transparansi penggunaan anggaran serta percepatan realisasi program pemulihan dinilai menjadi hal mendesak untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Di tengah situasi yang masih rawan, masyarakat berharap pemerintah daerah dan provinsi dapat memperkuat koordinasi agar penanganan tidak berlarut-larut dan dampak bencana tidak terus dirasakan warga (Tnk)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE