BATUBARA (Waspada): Selain menghadiri acara penganugerahan gelar adat Bupati dan Wakil Bupati Siak di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Siak, Riau, dan melakukan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Siak, terkait pembangunan dan pengembangan sektor kebudayaan, khususnya Budaya Melayu Minggu (9/6).
Kunjungan Pj Bupati Batubara Nizhamul ini mengajak para utusan 11 Zuriat Kedatukan se-Kabupaten Batubara serta pengurus LAM Batubara ke Istana Siak Sri Indrapura.
Diskominfo Kabupaten Batubara menulis, 11 Zuriat Kedatukan yang ikut serta yakni Kedatukan Limalaras, Tanah Datar, Limapuluh, Pesisir, Pagurawan, Tanjung Lima Purut, Tanjung Kasau, Bogak, Indrapura, Sipare-pare dan Rawo.
Pj.Bupati Nizhamul menyebut bahwa perjalanan kunjungan ke Istana Siak Sri Indrapura sangat penting dilakukan untuk menelusuri peradaban perjalanan sejarah melayu. Mengingat wilayah Kabupaten Batubara berasal dari Kerajaan Siak Sri Indrapura. Sehingga potensi-potensi sejarah dan budaya Kabupaten Batubara ke depannya dapat terungkap, sehingga dapat dijadikan cagar budaya.
“Tujuan membawa para Zuriat Kedatukan se-Kabupaten Batubara ini karena adanya hubungan benang merah antara Kabupaten Siak dengan Kabupaten Batubara, sehingga bisa saling berbagi informasi tentang peradaban perjalanan sejarah melayu,” ungkap Nizhamul.

Kunjungan ini juga untuk mengetahui cara mengelola dan merawat situs-situs sejarah dengan tujuan kedepan Istana Niat Limalaras yang telah dijadikan cagar budaya dapat dikelola secara baik.
Kedatangan Pj. Bupati Nizhamul beserta Zuriat Kedatukan disambut Pemkab Siak. Bupati Siak Alfredi mengatakan akan melakukan kunjungan ke Kabupaten Batubara untuk semakin mempererat tali persaudaraan.
“Insya Allah akan ada kunjungan balasan dari kami Bupati Siak bersama LAM Siak menurut rencana 22 Juli ke Batubara sekaligus penabalan gelar adat kepada Pj. Bupati Batubara,” ujar Bupati Siak Alfredi.
Penabalan Gelar
Prosesi penabalan gelar adat berlangsung secara sakral dengan nuansa melayu yang sangat kental. Mulai dari rombongan yang diiringi kompang, kemudian disambut pencak silat melayu dan tari persembahan zapin.
Penganugerahan gelar Datuk Seri Setia Amanah diberikan kepada Bupati Siak Drs. H. Alfredri dan gelar Timbalan Setia Amanah kepada Wakil Bupati, H. Husni Merza yang diberikan langsung oleh LAM Siak.
Puncak penganugerahan gelar ditandai dengan pemakaian tengkuluk kehormatan oleh Majelis Kehormatan LAM Siak Dato Seri H. Wan Said.
Dilanjutkan pemakaian selendang dan pemberian kris melayu oleh Ketua Dewan Pengurus Harian LAM Siak Dato Seri Arfan Usman. (a18)










