BudayaSumut

Marsombu Sihol Perdana di Hari Jadi Pematangsiantar: Warisan Leluhur Jati Diri

Marsombu Sihol Perdana di Hari Jadi Pematangsiantar: Warisan Leluhur Jati Diri
Marsombu Sihol perdana di Hari Jadi Pematangsiantar. (Waspada.id/Diskominfosiantar)
Kecil Besar
14px

PEMATANGSIANTAR (Waspada.id): Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi A Sitanggang menyebut Pagelaran Seni Budaya Simalungun Marsombuh Sihol menjadi kegiatan perdana rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar Tahun 2026.

“Hasil diskusi sebelumnya, disepakati rangkaian hari jadi harus diawali kegiatan budaya Simalungun Marsombuh Sihol,” ucap Junaedi saat membuka pagelaran seni di pelataran Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, Sabtu (18/4/2026) malam.

Dikatakan, lokasi acara dipilih sebagai pengingat sejarah, salah satunya tentang berdirinya monumen Raja Siantar ke-14 atas hasil kerja keras semua pihak. “Kegiatan seni budaya Simalungun dapat lebih ditingkatkan dan nilai-nilai luhur kearifan lokal dapat bertahan sebagai jati diri Kota Pematangsiantar,” katanya.

Ketua Umum Tumpuan Damanik Boru Panogolan (TDBP) Siantar-Simalungun, Satben Rico Damanik berharap acara Marsombuh Sihol di Hari Jadi Kota Pematangsiantar tidak hanya digelar tahun ini. Namun juga di tahun-tahun berikutnya.

“Selama peringatan Hari Jadi Kota Pematangsiantar, baru kali ini diberi satu slot sehari untuk pagelaran budaya Simalungun. Semoga pemangku kepentingan senantiasa memperhatikan suku Simalungun,” ujarnya.

Satben bilang, pihaknya ingin berbudaya, bukan berpolitik. Serta menanamkan rasa cinta terhadap Simalungun. Dia meminta pemerintah terus memberi ruang pada etnis Simalungun.

“Ketika Pemko Pematangsiantar memberikan ruang, kami dukung siapapun untuk memajukan Pematangsiantar. Dan hari ini kami merasa dihargai,” katanya.

Dia menyebut, perlombaan yang digelar di antaranya mewarnai gambar Raja Sang Naualuh Damanik, pidato terkait karakter Raja Sang Naualuh Damanik dan lomba busana Simalungun. Marsombu Sihol adalah acara untuk semua masyarakat Pematangsiantar.

“Mari berbudaya Simalungun yang baik. Mari kita nikmati senandung Simalungun,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) Pematangsiantar, Nico Sinaga berterimakasih kepada Pemko Pematangsiantar dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan. Perlombaan yang melibatkan pelajar dari sekolah-sekolah tidak hanya mencari juara.

“Tetapi juga untuk edukasi budaya sejak dini agar kelak generasi muda memahami dan menghargai sejarah serta budaya. Kita gelar kegiatan di sini agar kita tidak melupakan sejarah dan perjuangan Raja Siantar, Sang Naualuh Damanik,” ucapnya.

“Terima kasih juga kepada Tumpuan Damanik. Ini kali pertama kita kolaborasi. Semoga berkelanjutan untuk edukasi budaya,” kata Niko menambahkan.

Ketua Panitia Pelaksana Hamzah Damanik dalam laporannya menyampaikan kegiatan Marsombuh Sihol merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar. Sedangkan rangkaian acara selanjutnya akan digelar, Kamis-Sabtu, 23-25 April mendatang.

Tujuan kegiatan Marsombuh Sihol sebagai upaya melestarikan budaya Simalungun sebagai warisan leluhur, meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap budaya serta mendorong sektor pariwisata Kota Pematangsiantar. “Ini momen baik untuk meletakkan fondasi Festival Budaya Etnis Simalungun,” ujar Hamzah yang juga Kepala Dinas Pariwisata Pematangsiantar. (Ata)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE