Sumut

Produksi Jagung Saentis Meningkat, Wabup Deliserdang: Pentingnya Pendataan Hilirisasi

Produksi Jagung Saentis Meningkat, Wabup Deliserdang: Pentingnya Pendataan Hilirisasi
Wabup Deliserdang, Lom Lom Suwondo pada kegiatan panen raya jagung di lahan masyarakat, Desa Saentis, Kecamatan Percut Seituan, Senin (13/4/26). Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

PERCUT SEITUAN (Waspada.id): Wakil Bupati Deliserdang, Lom Lom Suwondo SS, menilai capaian petani di Desa Saentis, Kecamatan Percut Seituan, pada musim panen ini menunjukkan tren positif, khususnya komoditas jagung yang memiliki potensi ekonomi tinggi bagi masyarakat.

Berdasarkan perkiraan, dalam satu hektare lahan jagung dapat menghasilkan rata rata 9-10 ton.

“Alhamdulillah, kita terus mendorong partisipasi seluruh masyarakat, khususnya para penggiat pertanian. Ini guna menyokong ketahanan pangan di Kabupaten Deliserdang. Hari ini kita melihat langsung hasil tanaman jagung yang dikelola dengan baik oleh masyarakat,” kata Wabup Lom Lom Suwondo, Senin (13/4/2026).

Wabup menekankan bahwa peningkatan produksi harus diikuti dengan penguatan hilirisasi, terutama melalui pendataan hasil panen, penguatan rantai distribusi, serta integrasi dengan kebutuhan pasar dan program pangan daerah seperti dapur sehat.

Menurutnya, data yang akurat dari tingkat lapangan menjadi dasar penting dalam memetakan potensi produksi pertanian, termasuk jagung, padi, dan komoditas lainnya.

“Dengan data yang akurat, pemerintah bisa mengetahui jumlah produksi dan mendistribusikannya sesuai kebutuhan, termasuk untuk mendukung program dapur sehat di Kabupaten Deliserdang,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi petani dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar produktivitas tetap terjaga dan risiko kerugian dapat diminimalkan.

“Semoga perputaran ekonomi di tengah masyarakat petani semakin meningkat. Kami akan terus berupaya bersama dinas terkait agar petani bisa sejahtera dan tersenyum,” ungkapnya.

Lom Lom Suwondo juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat pemanfaatan hasil panen agar tidak berhenti pada produksi, tetapi masuk dalam rantai nilai ekonomi yang lebih luas.

“Jika sudah panen, hasilnya dijual, lalu ditabung dan diputar kembali untuk menanam. Dengan begitu, ekonomi petani akan terus bergerak,” pesannya.(Id.28)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE