Breaking News
Memuat breaking news...

Respons Dugaan PETI di PT PSU, Bupati Madina Akan Koordinasi ke Gubernur

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 11 April 2026 - 5.45 PM WIB
Respons Dugaan PETI di PT PSU, Bupati Madina Akan Koordinasi ke Gubernur
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PANYABUNGAN (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bergerak cepat merespons informasi mengenai dugaan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah operasional PT PSU. Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, SH., MM., menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Gubernur Sumatera Utara terkait persoalan tersebut.

Hal ini disampaikannya melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Jumat (10/4). Menurutnya, langkah ini diambil mengingat lokasi tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Sumut.

“Siap terima kasih infonya Pak. Akan koordinasi dengan Gubernur, karena ini area perkebunan PT PSU milik Pemprov,” tegas Saipullah.

Pernyataan ini menjadi tindak lanjut resmi pemerintah daerah setelah mencuatnya informasi mengenai operasi tambang ilegal yang diduga berlangsung secara tertutup dan masif di kawasan Perkebunan Patiluban, Kecamatan Natal.

Sebelumnya, publik dikejutkan dengan adanya indikasi belasan unit alat berat jenis excavator yang beroperasi di area tersebut, yang diduga dilakukan secara terorganisir dan tertutup.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen PT PSU maupun Pemerintah Provinsi. Masyarakat berharap adanya langkah penindakan yang tegas dan nyata guna mencegah kerugian negara serta kerusakan lingkungan yang lebih parah. (Id100)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement