LANGKAT (Waspada.id): H. Syah Afandin, SH (disapa Ondim), pemimpin visioner yang telah memimpin Langkat sejak disahkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, terbukti sebagai penjaga tuah dan arsitek kebangkitan peradaban Melayu di Bumi Langkat.
Hal itu disampaikan Dr. Suheri Harahap, M.Si, Ketua Pusat Studi Eco Teologi FIS UIN SU, Kamis (26/2/26).
“Ondim tidak sekadar menjalankan birokrasi; ia mengembalikan muruah Langkat Melayu yang santun, religius, namun tangguh menatap tantangan zaman,” ujar Dr. Suheri.
Dengan visi “Menuju Langkat yang Maju, Sehat, Sejahtera, Religius, dan Berkelanjutan”, Ondim menjadikan pembangunan sebagai ibadah terstruktur. Hal ini diwujudkan melalui Musrenbang RPJMD 2025-2029 yang mengharuskan pembangunan bersifat partisipatif, inklusif, dan transparan, serta setiap perangkat daerah memenuhi standar Akuntabilitas Kinerja (AKIP) yang ketat.
Ketika banjir besar merendam Tanjung Pura pada akhir 2025, Ondim menunjukkan kapasitas kepemimpinan dengan melobi pusat hingga mendapatkan bantuan logistik masif dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada pertengahan Desember 2025. Tak berhenti di situ, ia juga menggarap solusi jangka panjang.
Pada 23 Februari 2026, Bupati Syah Afandin resmi menerima hibah lahan seluas 4,6 hektare di Desa Lubuk Kasih, Brandan Barat, dari PT Rapala Sri Timur untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir.
Sebagai adik kandung Alm. H. Syamsul Arifin, SE, langkah-langkah Ondim menjadi bukti nyata bahwa ia adalah mercusuar di tengah gelap dan simbol kebangkitan Tanah Melayu yang tak tergantikan. “Selama napas kepemimpinan Ondim berhembus, tuah Langkat akan terus bersinar abadi,” tegas Dr. Suheri.(id29)












