HeadlinesSumut

Sungai Besitang Meluap, Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga

Sungai Besitang Meluap, Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga
PERSONEL Koramil-14 Besitang bersama Tagana berupaya menolong warga yang terdampak banjir di Desa Sekoci. Waspada/Ist
Kecil Besar
14px

BESITANG (Waspada): Sungai Besitang meluap mengakibatkan ratusan rumah warga di wilayah Desa Sekoci, Kec. Besitang, Sabtu (12/10), terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

Air mulai memasuki pemukiman warga sekira pukul 07:00. Debit air yang terus bergerak naik memaksa warga berupaya menyelamatkan diri, termasuk mengamankan harta benda ke dataran yang lebih tinggi.

Sebelum merendam Desa Sekoci, air sungai meluap ke Dusun Pantai Gadung dan Dusun Kodam Bawah, Desa Bukit Mas. Menurut Sekdes, Musa Tarigan, ketinggian air pagi itu mencapai 0,5 meter. “Saat ini air sudah surut,” ujarnya.

Secara terpisah, Kades Sekoci, Gunawan, dihubungi Waspada mengatakan, ada empat dusun di desanya yang dilanda banjir dan debit air yang paling tinggi melanda Dusun Sidodadi dan Dusun Pantai Pulau dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

Untuk mengevakuasi warga dari kepungan banjir, kata Gunawan, pihak desa menurunkan dua unit speed boat. Ia mengatakan, sampai petang ini situasi masih aman dan terkendali.

“Akibat luapan air sungai, ada sekitar 300 KK (kepala keluarga) yang terdampak,” ujarnya seraya menambahkan, situasi air pada sore hari ini sudah mulai berangsur surut sekitar 5 inci.

ARUS banjir telah menyeberangi ruas jalan raya di Lingk IV-Lingk VI, Kel. Kampung Lama, Kec. Besitang. Waspada/Asrirrais

Bagi warga yang terdampak banjir dan tidak bisa melakukan aktivitas mencari nafkah, pihak desa membagikan bahan konsumsi berupa bahan pokok beras dan mie instan untuk meringankan beban warga.

“Bantuan logistik yang disalurkan kepada warga korban banjir ini dialokasikan melalui anggaran Dana Desa (DD),” ujar Kades seraya menambahkan, Desa Sekoci setiap tahunan sepertinya sudah menjadi langganan banjir.

Gunawan mengatakan, untuk mengantisipasi kemungkinan adanya banjir susulan, pihaknya mendirikan pos. “Kita akan terus memantau perkembangan situasi air,” ujarnya sembari mengingatkan warga agar tetap waspada karena cuaca di hulu sungai tampak mendung.

Banjiran kiriman dari hulu sungai berimbas terhadap Kel. Kampung Lama dan Kel. Bukit Kubu yang berada di hilir. Berdasarkan amatan Waspada, petang itu debit air terus naik menggenangi pemukiman warga di kedua kelurahan ini.

Bahkan, ruas jalan yang menghubungi antara Lingk IV dengan Lingk VI, Kel. Kampung Lama, sudah terendam air. Meskipun masih dapat dilintasi oleh kenderaan, tapi arus air banjir tampak telah menyeberangi badan jalan.

Banjir yang kerap berulang terjadi di wilayah ini diduga kuat berkorelasi dengan tingginya tingkat kerusakan daerah aliran sungai (DAS) Besitang. Faktor yang penyebab kerusakan DAS diduga akibat praktik ilegal di kawasan TNGL.

Menurut informasi yang diperoleh, di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) sejak lama marak terjadi aktivitas aksi illegal logging dan perambahan hutan. Aksi ilegal ini tentu berdampak bagi lingkungan secara luas.

Menurut warga, selagi laju kerusakan hutan tidak dapat dihentikan, maka ancaman banjir buat warga Besitang, terutama warga yang bermukim di daerah bantaran sungai akan terus terjadi. (a10)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE