Sumut

Tanjung Tiram Mencekam, Tawuran Remaja Rusak Dan Bakar Lapak Pedagang

Kapoldasu Diminta Turun Tangan

Tanjung Tiram Mencekam, Tawuran Remaja Rusak Dan Bakar Lapak Pedagang
Meja jualan pedagang dihancurkan dan dibakar saat tawuran remaja di Tanjung Tiram.(Waspada.id/Ist)
Kecil Besar
14px

BATUBARA (Waspada.id): ‎Aksi tawuran di Kec. Tanjung Tiram Kab. Batubara semakin menjadi, pengrusakan terhadap lapak-lapak pedagang dilakukan pelaku, Kapoldasu diminta turun tangan.

‎‎Informasi yang diterima Waspada.id, aksi tawuran terakhir di Desa Suka Maju dan Desa Suka Jaya Kec. Tanjung Tiram yang melibatkan kelompok remaja dari 2 desa berdampingan tersebut pada Kamis (16/4) sekira pukul 03.00 WIB.

Tawuran tersebut bukan hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga merugikan harta benda warga terutama pedagang kaki lima (PKL).

‎‎Sejumlah gerobak milik PKL tidak hanya dirusak dan dihancurkan, setelah melakukan pengrusakan, kayunya diseret dan dibawa masuk ke dalam Gang Jogja dan dibakar.‎‎

Aksi bakar-bakar ini memicu kekhawatiran warga sebab lokasinya berada di tengah pemukiman padat penduduk. Pembakaran puing-puing lapak jualan berpotensi memicu kebakaran massal yang bisa meluas di lingkungan tersebut.‎

Warga khawatir bila aksi ini dibiarkan terus berlanjut tanpa penanganan serius, konflik ini berpotensi berubah menjadi perang terbuka antarkampung yang sulit dikendalikan.‎‎

Bahkan seorang ibu rumah tangga yang juga pedagang, yang minta jati dirinya dirahasiakan terlihat tak kuasa menahan tangis saat menceritakan nasib malang yang menimpa tempat usaha satu-satunya.

‎‎“Bukan hanya dirusak atau dihancurkan, bangku dan steling kami dibakar habis. Kami tidak tahu harus memulai dari mana lagi, pak Kapolda tolonglah turun, macam yang tak aman lagi kampung kami ni,” ucapnya dengan suara bergetar.‎‎

Terkait aksi tawuran yang kerap terjadi beberapa waktu terakhir, sebenarnya sudah dibicarakan oleh pihak desa masing-masing.‎‎ Berbagai langkah dan upaya sudah dilakukan pemerintah desa setempat, meskipun belum ada perubahan dan hanya bersifat sementara.

Para pelaku seolah bermain kucing-kucingan dengan petugas keamanan.‎‎ “Kalau ada penjagaan dan ronda yang ketat, situasi memang aman dan kondusif. Tapi begitu penjagaan lengah sedikit saja, atau saat ronda sudah bubar, mereka langsung kembali beraksi. Sangat sulit untuk mengawasi setiap saat,” keluh warga lainnya.‎‎

Kondisi tersebut dibenarkan Kanit Reskrim Polsek Talawi Ipda BZ Damanik. “Udah difasilitasi dan dimusyawarahkan di Balai Desa Bogak, semoga tidak terjadi lagi, demikian harapan kita semua bang,” jelas Damanik. (Id.43)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE