SERGAI (Waspada.id): Tokoh pemekaran Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), OK David Purba, menilai tujuan utama pemekaran daerah untuk mengentaskan kemiskinan masih jauh dari harapan meski kabupaten tersebut telah berusia 22 tahun.
David Purba, yang saat pemekaran menjabat sebagai Ketua Pemekaran Kabupaten Serdangbedagai, menyebut capaian pengurangan angka kemiskinan hingga kini baru berada di kisaran 30 hingga 40 persen.
“Kalau yang saya ketahui, hingga 22 tahun ini, ya kita jujur saja, ada peningkatan sekitar 30–40 persen, tapi ini belum sesuai dengan target awal pemekaran,” ujarnya kepada Waspada id usai Rapat Paripurna HUT sergai ke 22 di Gedung DPRD, Rabu ( 7/1/2026) siang.
Menurut David, konsep dasar pemekaran daerah adalah membangun wilayah sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan agar kesejahteraan masyarakat meningkat. “Konsep pemekaran itu dulu membangun daerah dan mengentaskan kemiskinan dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan adanya lapangan pekerjaan, otomatis kemiskinan berkurang. Ini yang paling penting,” tegasnya.
Ia mengakui adanya perubahan dan kemajuan di Sergai, terutama pada sektor infrastruktur dan tata kelola pemerintahan sejak kepala daerah pertama hingga periode terakhir.
“Perubahan itu sudah pasti ada. Jalan, pemerintahan, dan sektor lain berjalan. Dari kepala daerah pertama sampai yang kemarin, menurut saya cukup baik,” katanya.
David juga menilai sektor
pendidikan dan kesehatan mengalami peningkatan dibandingkan sebelum pemekaran. “Dari pantauan saya, pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya ada peningkatan, jauh lebih baik dibandingkan sebelum pemekaran,” ujarnya.
Namun demikian, ia menekankan pembangunan fisik tidak boleh menjadi fokus utama tanpa dibarengi kebijakan strategis membuka lapangan kerja. “Kalau pembangunan jalan itu biasa, dua atau tiga tahun bisa rusak lagi. Yang harus dipikirkan sekarang bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya.
David berharap pemerintah daerah hingga 2029 benar-benar memprioritaskan pengentasan kemiskinan. “Lahirnya Kabupaten Serdangbedagai ini tujuan pertamanya adalah mengentaskan kemiskinan. Itu yang harus dijawab pemerintah,” pungkasnya. (bs)











