Dosen Dan Mahasiswa Unsam Laksanakan Pelatihan Pembuatan Sange Hias

  • Bagikan
Dosen Dan Mahasiswa Unsam Laksanakan Pelatihan Pembuatan Sange Hias

LANGSA (Waspada): Mahasiswa jurusan Pendidikan Sekolah Dasar Universitas Samudra (Unsam) didampingi dosen melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan memberikan pelatihan pembuatan sange hias (tudung saji hias) bagi kelompok PKK di Desa Batee Puteh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa.

Ketua Tim PKM Unsam, Juliati, S.Pd., M.Pd didampingi mahasiswa jurusan Pendidikan Sekolah Dasar Universitas Samudra yaitu: Cut Utia, Cahyati Fitrianingsih dan Kenni Ariyani.

Dosen Dan Mahasiswa Unsam Laksanakan Pelatihan Pembuatan Sange Hias
Mahasiswa jurusan Pendidikan Sekolah Dasar Unsam didampingi dosen saat melaksanakan kegiatan PKM memberikan pelatihan pembuatan sange hias (tudung saji hias) bagi kelompok PKK di Desa Batee Puteh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa. Waspada/ist

Ketua Tim PKM Unsam, Juliati, Rabu (12/10) mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut untuk mengembangkan keterampilan kerajinan tangan. Kegiatan ini didukung oleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Hibah Program Pengabdian Kepada Masyarakat di Universitas Samudra tahun 2022.

“Peran aktif mahasiswa dan dosen dalam masyarakat merupakan wujud nyata menyebarkan ilmu pengetahuan terhadap bidang yang dimiliki,” sebutnya.

Dijelaskan Juliati, bahwa kegiatan ini berupaya untuk mengembangkan kemampuan ibu-ibu disela waktu mengurus keluarga. Kreativitas harus tetap tumbuh meskipun ada prioritas lain.

“Ibu-ibu tetap dapat berkarya meskipun dari rumah dengan kemampuan yang dimiliki. Diharapkan bahwa dengan semangat dan ketekunan yang dimiliki, kreativitas sederhana ini dapat mengembangkan pola fikir ibu-ibu untuk berkarya dan seterusnya dapat menjadikan hasil karya tersebut dapat dijadikan sebagai usaha baru di bidang mikro,” tandasnya.

Sementara mahasiswa jurusan Pendidikan Sekolah Dasar Universitas Samudra, Cut Utia, Cahyati Fitrianingsih dan Kenni Ariyani yang turut dalam kegiatan ini memaparkan bahwa antusias dan sambutan hangat dari para peserta pelatihan sangat membantu selama proses kegiatan tersebut berlangsung.

“Mereka dapat menciptakan karya dari barang-barang yang bernilai ekonomis dan bermanfaat. Hasil dari kerajinan tangan dapat digunakan sendiri sebagai salah satu cara untuk menjaga kebersihan makanan dan upaya untuk menghemat pengeluaran lebih terhadap kebutuhan tersebut,” tandas Cut Utia.(b13)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *