Breaking News
Memuat breaking news...

1.000 Rumah Untuk Petani Dan Nelayan Dibangun Di Sergai

Redaksi
Redaksi
Kamis, 20 Januari 2022 - 8.00 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Awal Februari 2022, sebanyak 1.000 unit rumah yang diperuntukkan bagi petani dan nelayan akan dibangun di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Kadin Sumut, Khairul Mahalli didampingi Ketua Kadin Sergai, Suyanti kepada Waspada di Medan, Kamis (20/1), usai bertemu dengan Ketua Umum Kadin Indonesia, Eddy Ganefo di Jakarta.

Khairul Mahalli mengatakan, atas peran dan dukungan dari Kadin Indonesia yang diketuai Bapak Eddy Ganefo, Kadin Sumut siap mewujudkan program 1.000 rumah yang diperuntukan bagi petani, buruh, karyawan maupun pedagang kecil yang belum memiliki rumah.

‘’Rumah yang kami siapkan nantinya adalah rumah yang bernuasa home industri,’’ tandas Khairul Mahalli yang juga Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Eddy Ganefo mengapresiasi program 1.000 rumah Kadin Sumut dan Kadin Sergai tersebut.

Eddy berharap di lokasi tersebut nantinya dapat juga dibangun pabrik es, pakan ternak dan kebutuhan lainnya bagi petani serta nelayan tersebut.

‘’Kita doakan semoga niat dan rencana Kadin Sumut bersama Kadin Sergai nantinya berhasil yang tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan para petani, nelayan dan pelaku UMKM disana,’’ tutur Eddy.(m29)

Waspada/Ist
Ketua Umum Kadin Sumut Khairul Mahalli dan Ketua Kadin Sergai Suyanti (kanan) saat bertemu dengan Ketua Umum Kadin Indonesia, Eddy Ganefo (tengah) melaporkan rencana pembangunan 1.000 rumah untuk petani dan nelayan di Sergai awal Februari 2022.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement