Breaking News
Memuat breaking news...

109 Anak Peserta Khitanan Massal Digelar Baznas Sumut

Redaksi
Redaksi
Senin, 8 Januari 2024 - 9.40 PM WIB
109 Anak Peserta Khitanan Massal Digelar Baznas Sumut
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Sebanyak 109 anak menjadi peserta khitanan massal digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Utara menggelar khitanan massal, Sabtu (6/1) di Kantor Baznas Sumut Jalan RS Haji Medan.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Utara, Prof. DR. H Mohammad Hatta, Senin (8/1) menyebutkan, khitanan massal yang merupakan program Sumut Sehat (kesehatan), baru pertama kali di gelar di Kota Medan. Sebab biasanya, program khitanan massal ini digelar di daerah seperti Karo, Nias, Langkat dan Binjai.

Disebutkannya, khitanan massal yang merupakan program rutin tahunan tersebut berkolaborasi dengan sejumlah lembaga.

"Kegiatan yang digelar perdana di sekretariat ini ternyata antusias masyarakat cukup tinggi. Bahkan momen ini juga dirangkai dengan menyosialisasikan program Baznas pada orang tua peserta khitanan massal," sebut Hatta.

Menurutnya, kegiatan khitanan massal ini turut mempromosikan Baznas Sumut pada masyarakat luas. Pasalnya, hingga kini masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang Baznas ini.

"Karenanya kita melakukan banyak upaya, agar Baznas ini bisa menjadi salah satu badan yang dipercaya masyarakat untuk menyalurkan zakat infak sadekahnya," ujarnya.

Jadi tidak hanya itu saja, sosialisasi yang dilakukan. Bahkan ada banyak sekolah juga yang mereka tertarik dengan zakat infak sadaqah ini dan ada yang meminta agar dimasukkan ke dalam kurikulum, terutama di pendidikan madrasah-madarasah.

"Sebetulnya dalam pelajaran di madrasah ada mata pelajaran Fiqih, di dalamnya memuat tentang zakat. Di mana zakat ini bagian dari Rukun Islam. Jadi sangat tepat juga jika ada pelajaran khusus tentang zakat, bahkan ini kita anggap ini bagian dari keinginan masyarakat, agar ilmu tentang zakat mudah diserap peserta didik," ujarnya seraya berharap ini juga direspon Kementerian Agama agar bisa menjadi bagian dari salah satu kurikulum di sekolah dasar atau ibtidaiyah.(m22)

Waspada/ist
Antusias peserta khitanan yang ditemani orang tua saat kegiatan khitanan berlangsung.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement