Breaking News
Memuat breaking news...

11 Tahun Pesantren Modern Al Barokah

Redaksi
Redaksi
Kamis, 1 September 2022 - 9.25 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Tetap Konsisten Ciptakan Generasi Islam Berakhlakul Kharimah

MENEMPUH perjalanan kurang lebih 2,5 jam berjarak 120 km dari Medan ke Jl Gotong Royong Desa Silinduk, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumut tak membuat kami penat. Itu karena di lokasi berhawa sejuk dan dikelilingi areal perkebunan itu, terdapat sebuah pesantren modern nan megah, tempat cikal bakal lahirnya generasi muda Islam yang berakhlak yang baik dan terpuji (akhlakul kharimah).

Menempati lahan seluas sekitar 10 hektar dan berada di ketinggian 400 meter di atas permukaan laut, institusi pendidikan bernama Pesantren Modren Al Barokah yang dibangun putra daerah Simalungun, H. Syamsir Siregar serta Bapak H. Amri Siregar tahun 2010 itu menjadi tempat para santri ditempa menjadi generasi muda Islam agar tidak radikal dalam keseharian dan dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif dalam menumbuhkembangkan potensi (minat/bakat) mereka.

Masjid di Pesantren Modern Al Barokah terlihat indah dan megah

Kehadiran kami di pesantren bernuansa Islam hari Selasa (30/8) disambut hangat para pengelola yayasan. Yakni Ketua Yayasan Ir H Nasrun Siregar, Sekretaris H Syahruddin Harahap SE, Bendara H Hendra Piliang SE, juga pengawas Yayasan Wakaf Al Barokah H Irwansyah Siregar, pimpinan pesantren Abdul Somad S.Pd.I, kepala sekolah M Syafi’I Saragih MA, kepala Madrasyah Tsanawiyah Amam Hidayat S.Pd.I, kepala bidang pengawasan M Syarif Ritonga Lc, M.H.I, dan kepala bidang sarana dan prasarana Harno Siregar S.Pd.I.

Para pengurus yayasan dan pengelola Pesantren dari kiri ke kanan, pimpinan pesantren Abdul Somad S.Pd.I, pengawas Yayasan Wakaf Al Barokah H Irwansyah Siregar, Ketua Yayasan Ir H Nasrun Siregar, Bendara H Hendra Piliang SE, Sekretaris H Syahruddin Harahap SE, kepala sekolah M Syafi’I Saragih MA.

Kepada Waspada, Sekretaris H Syahruddin Harahap menegaskan, pesantren yang didirikan di bawah nama Yayasan Wakaf Al Barokah Simalungun bertepatan pada 24 september 2011 sudah membulatkan tekad berkomitmen menciptakan generasi islam berakhlakul kharimah.

“Memasuki usia ke 11 tahun, kita tetap komit untuk mewujudkan cita-cita santri agar nantinya jika mereka menduduki pejabat penting di semua bidang, andil keagamaanya tetap menonjol," imbuhnya.

Mereka diharapkan dapat memahami agama secara khusus dan dapat menjadi iman dan khatib. Artinya, mereka dapat menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat.

"Kita harapkan hal ini sejalan,” ujar H Syahruddin, yang juga kordinator Program Kegiatan Peningkatan Mutu Pendidikan Pesantren dan Kewirausahawan itu.

Pemahaman agama secara intensif bukan hanya soal kewajiban sholat lima waktu, Pesantren Modern Al Barokah juga fokus pada pengembangan kemampuan bahasa Santri, yaitu Bahasa Arab dan Inggris, yang dirangkum dalam program internasionalisasi santri.

Bentuk kegiatan ini, santri akan dibimbing secara intensif di luar jam belajar formal. Santri diwajibkan untuk berkomunikasi bahasa Arab dan Inggris sehari-harinya.

Kegiatan belajar di Pesantren Modern Al Barokah

Untuk mempercepat keberhasilan program, santri yang ikut dalam kegiatan ini tinggal dalam satu asrama yang dimaksudkan dapat membentuk iklim bahasa di asrama. Bentuk kegiatan ini berupa English dan Arabic Story Telling, Percakapan terbimbing, English dan Arabic speech, Language Report dan lain-lain.

Sejauh ini, santri yang tergabung dalam program ini menunjukkan kemampuan yang lebih dari santri lainnya, baik itu dalam berbicara, menulis, atau berpidato dalam bahasa Arab atau Inggris.

Untuk menjalankan tugas tersebut, pihak pesantren membekali guru yang mengajar santri dengan berbagai metode pelajaran yang menarik, dan merangsang minat anak didik.

Dengan pola belajar yang dilakukan secara full day, para santri yang ingin belajar diwajibkan berada di pesantren selama masa pendidikan.

Dengan biaya yang relatif terjangkau, yakni uang pendaftaran Rp 5,4 juta dan uang sekolah Rp 1,1 juta per bulan, para santri akan diajarkan selain dapat menjadi sosok mandiri, juga difokuskan menekuni ilmu sesuai peminatan.

Artinya, pesantren akan menggiring santri sesuai minatnya, namun bidang agamanya kita perkuat dan dilakukan sesuai tingkatannya.

Peminatan itu terangkum dalam berbagai program, di antaranya bimbingan jurnalistik yang terbentuk di Lembaga Pers Santri, Bimbingan Olimpiade sains yangg sudah banyak mendapatkan medali baik tingkat kabupaten, propinsi dan nasional.
Program ini adalah program yang bertujuan mengembangkan bakat para santri yang memiliki kemampuan jurnalisme. Bentuk program ini adalahan pelatihan dan workshop terkait junalistik, seperti pemberitaan, editing video, pembuatan channel Youtube, Instagram dan lain-lain.

Diharapkan santri yang sudah terbentuk dalam wadah LPS (Lembaga Pers Santri) menjadi corong media pesantren ke luar yang meliput seluruh kegiatan yang ada di pesantren.

Sejauh ini santri sudah melahirkan buletin-buletin, video-video editing dan santri LPS sudah menjadi media Pesantren dalam memberitakan setiap kegiatan yang ada di pesantren.

OPTIMISME DARI AWAL

SEDARI awal rasa optimisme itu mencuat karena setelah didirikan hingga kini, jumlah santri yang mengenyam pendidikan semakin bertambah.

Sejak didirikan 2011 lalu, jumlah santri hanya 30 orang, dan hingga memasuki tahun ke 11 di tahun ajaran 2022, jumlahnya meningkat jadi 527 orang.

Sebagian besar santri yang ingin menimba ilmu di sana berasal dari berbagai daerah, mulai dari Medan, Siantar, Batubara, Pekanbaru hingga Aceh.

Mereka berusia sekitar 12 hingga 18 tahun, dengan jenjang setingkat tsanawiyah dan aliyah (SMP dan SMA) dan lama belajar masing-masing tiga tahun.

Dengan jumlah guru 51 orang yang berasal dari strata S1, dan S2 dari berbagai disiplin ilmu dalam dan luar negeri, dibantu tenaga pendidik 7 orang, para santrinya diajarkan berbagai disiplin ilmu, baik umum dan khusus.

Karena konsistensi ini, Pesantren Modern Al Barokah telah menghasilkan lulusan di berbagai tingkatan dan berhasil memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi baik di perguruan tinggi swasta maupun negeri, baik di dalam maupun luar negeri.

Gedung tempat belajar Pesantren modern Al Barokah.

Untuk mendorong santri berhasil di perguruan tinggi negeri, Syafi'i menjelaskan santri kelas akhir diberikan bimbingan intensif masuk PTN, dengan tahap awal menyaring para santri yang berkeinginan untuk kuliah di PTN.

Program ini sudah dimulai sejak 2019 dan sudah ada lebih dari 58 orang santri yang tersebar kuliah di Beberapa PTN seperti UNSYIAH (Universitas Syiah Kuala) Aceh STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi), STIN Sekolah Tinggi Inteligen Negara Jakarta, USU (Universitas Sumatera Utara) Medan, UNIMED (Universitas Negeri Medan), Universitas NegeriTrunojoyo Madura.

Kemudian, UNAND (Universitas Andalas) Sumbar, Universitas Bengkulu, UNIMAL (Universitas Malikussaleh) Aceh, UTU (Universitas Teuku Umar) Meulaboh, Politeknik Negeri Batam, Al Azhar University Cairo, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN SU Medan, UIN Ar Raniry Aceh, UIN SUSKA Riau, dan IAIN Bukit Tinggi Sumbar.

“Alhamdulillah, kita sudah beberapa kali mewisuda santri setiap tahun, dan lulusan Pesantren Al Barokah ada yang berhasil sekolah di beberapa universitas seperti STAN, USU, UNAND, UNSYIAH dll.

Keberhasilan pesantren yang dikelola tangan-tangan trampil dan keseriusan dari pengelolanya membuat pihak yayasan terus melakukan upaya dalam rangka agar institusi pendidikan ini ikut berpartisipasi dalam pembangunan.

Sekretaris Yayasan H Syahruddin Harahap SE menyebutkan, pihaknya ingin menyiapkan santri untuk ikut berwirausaha agar khususnya mereka dapat menggunakan produk dalam negeri.

“Kita prihatin kita penduduk mayoritas Muslim, tetapi kita malah konsumen terbesar produk dari luar negeri. Ini jadi perhatian bagi kita agar pesantren ikut mendorong masyarakat menggunakan produk dalam negeri, termasuk buatan pesantren kita,” katanya.

Di penghujung tahun 2022, pesantren berencana memproduksi air kemasan produksi pesantren. “Kita sedang urus izinnya, dan sebagian sudah kita lengkapi, mudah-mudahan disetujui. Adapun instalasinya sudah kita siapkan,” kata Syahruddin.

Selain itu, pesantren juga sudah mengembangkan berbagai usaha kreatif yang lahannya digunakan untuk kegiatan produktif dalam menunjang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Sekretaris Yayasan H Syahruddin Harahap SE berharap pemerintah ikut memberikan perhatian dalam rangka mendukung upaya sekolah.

“Termasuk dari pihak swasta agar ikut menyalurkan dananya untuk membangun jalan yang berada di Jl Gotong Royong Desa Silinduk, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun. “Ini kondisi jalannya rusak, ada yang berlobang, dan ini mengganggu mobilitas jalan yang digunakan orangtua santri yang ingin melihat anaknya belajar di pesantren kita,” ujarnya. partono budy

Pimpinan Pesantren Abdul Somad S.Pd.I:

Penguatan Potensi Guru dan Santri Tingkatkan Mutu Pendidikan

Pimpinan pesantren Abdul Somad S.Pd.I
Pimpinan pesantren Abdul Somad S.Pd.I

PIMPINAN Pesantren Abdul Somad S.Pd.I menegaskan, penguatan potensi, kompetensi dan kemapuan guru dan santri menjadi salah satu syarat dalam upaya meningatkan mutu pendidikan.
"Kita memperkuat kedua-duanya (guru dan santri) untuk selain memperlancar proses belajar mengajar, juga meningkatkan mutu pendidikan," katanya.


Program peningkatkan mutu pendidikan ini dibagi untuk dua kelompok, yakni untuk guru dan santri.
Untuk guru, dilakukan pelatihan dan workshop pembelajaran berbasis pendekatan saintifik dan collaborative learning.

Kegiatan ini dimaksudkan agar guru tidak lagi mengajar dengan metode ceramah saja tetapi sudah menerapkan pembelajaran dengan menggunakan sistem active learning dimana guru lebih berperan sebagai fasilitator. Guru mampu membuat anak lebih aktif dan kreatif dalam belajar sehingga anak akan lebih termotivasi dan dapat melejitkan kemampuannya.

Sampai hari ini, sudah 70 persen guru mendapatkan pelatihan ini dan sudah menerapkannya
Untuk mengukur keberhasilan program ini, dibuatlah sistem penilaian guru yang indikatornya mengacu pada prinsip-prinsip pembelajaran Active dan collaborative learning.
Selanjutnya, pelatihan Hypno Teaching, yakni pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola dan menguasai kelas sehingga proses pembelajaran akan lebih efektif
Terhadap para santri, dilakukan program Tahsin dan Tahfiz Quran, yang bertujuan dapat membaca dan menghapal Alquran yang merupakan program unggulan Al Barokah.
Program ini bertujuan bahwa seluruh santri Al Barokah mampu membaca Alquran dengan baik sesuai dengan kaidah yang ada.

Program ini dibagi menjadi beberapa bagian;
a. Tahsin Al quran
Program ini diperuntukkan bagi santri baru di kelas satu. Santri kelas satu akan belajar tahsin Alquran secara intensif di kelas setiap hari pada less pertama pembelajaran, dengan target 6 bulan santri kelas satu sudah fasih dan bagus bacaaan Alqurannya, adapun tahsin ini merupakan syarat kenaikan kelas bagi santri baru.
b. Tahfiz Reguler
Program ini merupakan program wajib bagi seluruh santri. Setiap santri di jenjang kelasnya diharuskan memiliki hafalan minimal 1 juz per tahun. Dengan demikian, santri yang akan tamat setidaknya memiliki hafalan Alquran sekurang-kurangnya 5 Juz
c. Tahhfiz Takhossus
Program ini merupakan program khusus bagi santri yang memiliki keinginan dan kemampuan. Para santri yang masuk dalam kelas ini diharuskan memiliki hafalan 30 Juz sampai mereka menamatkan studinya di Pesantren. patono budy

Kepala Sekolah M Syafi'i Saragih MA:

Menerapkan Disiplin, Mencegah Perbuatan Negatif

Kepala sekolah M Syafi’I Saragih MA.

KEPALA SEKOLAH M SYAFI’I SARAGIH MA Pesantren Modren Al Barokah mengaku prihatin dengan kondisi generasi muda yang kini gandrung dengan gadget (alat komunikasi), sehingga mereka lupa belajar untuk menuntut ilmu.

“Kita prihatin karena hal ini jelas mengganggu masa depan mereka sebagai generasi penerus,” katanya.

Mengantisipasi munculnya perbuatan yang cenderung mengurangi minat siswa, M Syafi'i Saragih MA menjelaskan bahwa pesanten memiliki banyak program.

Tujuannya, menempa santri yang selama masing-masing tingkatan di dalam asrama ini, sejalan dengan visi pesantren, yakni menciptakan santri yang memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Kemudian, menciptakan santri yang mampu bersaing di perguruan tinggi negeri dan swasta, baik dalam maupun luar negeri.

Pelajaran yang seluruhnya sesuai dengan kurikulum pemerintah, lanjut M Syafi’i, pihaknya juga melakukan pola belajar yang membuat santri tidak hanya obyek, tetapi juga subyek pembangunan.

“Artinya, ada pola interaksi antara siswa dan guru. Sehingga anak didik termotivasi untuk terus ingin tahu dan belajar lebih serius,” katanya.

“Yang jelas yang namanya handpone, kita larang digunakan. Kalau ketahuan, aka ada sanksinya,” kata Syafi’i.

Dari 527 santri yang mengenyam pendidikan di pesantren tersebut, mereka sudah diberitahu aturan yang wajib dilaksanakan. Bukan hanya soal handpone yang dilarang, tetapi dalam melaksanakan ibadah, mereka juga tidak boleh lalai. “Ini juga ada sanksinya,” ujarnya.

Setiap santri Pesantren Modern Al Barokah diwajibkan mengikuti kegiatan kepesantrenan, keorganisasian, kepramukaan, keolah-ragaan. Kegiatan kepesantrenan dan keagamaan adalah keutamaan dalam Pesantren Modern Al Barokah.

Kegiatan praktek di pesantren Modern Al Barokah

Setiap santri juga diwajibkan mampu untuk memimpin doa, menjadi Khatib Jumat. Ketika bulan Ramadhan, para santri melakukan safari Ramadhan ke beberapa Mesjid daerah domilisi santri.

Dengan waktu selama belajar, pihak guru yang mengajar santri dan pengelola pesantren akan mencermati apa yang harus dilakukan untuk merangsang santri makin aktif.

Misalnya untuk perpustakaan, secara periodik, buku-buku yang ada di dalamnya akan kita ganti dengan buku baru, agar santri tidak jenuh dengan buku yang lama.

“Dan untuk penataan kelas masing-masing santri, kita sudah lakukan perlombaan membuat perpustakaan di ruang kelas mereka. Siapa yang juara, akan mendapat hadiah,” sebut Syafi’i.

Yang lebih membanggakan pesantren melakukan Bimbingan LPTQ dan Olahraga. Dijelaskan program ini menunjang melejitkan potensi santri di bidang seni dan olahraga.
Program ini juga merupakan bimbingan intensif. Santri dilibatkan dalam setiap event di semua level. Sejauh ini santri sudah banyak yang menjuarai berbagai bidang di MTQ baik tingkat kecamatan, Kabupaten dan Propinsi, antara lain;

  1. Juara Harapan 2 MTQN cabang Syarhil Qur'an Tk. Propinsi Sumatera Utara Tahun 2018
  2. Juara 1 Fahmil Qur'an MTQN Tk. Kabupaten Simalungun Tahun 2018
  3. Juara 1 cabang Kaligrafi Kontemporer Putra Tk. Kabupaten Simalungun Tahun 2018
  4. Juara 2 cabang Kaligrafi Kontemporer Putra Tk. Propinsi Porseni se Sumatera Tahun 2018
  5. Juara 1 cabang Syarhil Qur'an Tk. Kabupaten Simalungun Tahun 2018
  6. Juara 2 Fahmil Qur'an Tk. Kotamadya Pematangsiantar Tahun 2019
  7. Juara 2 cabang Kaligrafi Hiasan Mushaf Tk. Kotamadya Pematangsiantar Tahun 2019
  8. Juara 1 cabang Fahmil Qur'an Tk. Kotamadya Pematangsiantar Tahun 2019
  9. Juara 1 cabang Tahfiz 10 Juz Putra Tk. Kab. Simalungun Tahun 2019
  10. Juara 1 cabang Tahfiz 20 Juz Putra Tk. Kab. Simalungun Tahun 2019
  11. Juara 1 Fahmil Qur'an Tk. Kotamadya Pematangsiantar Tahun 2020
  12. Juara 1 cabang Tahfiz 10 Juz Putra Tk. Kab. Simalungun Tahun 2020
  13. Juara 3 cabang Kaligrfi Kontemporer Putra Tk. Kecamatan Siantar Tahun 2020
  14. Juara 2 Fahmil Qur'an Tk. Kotamadya Pematangsiantar Tahun 2021
  15. Juara 1 cabang Kaligrafi Mushaf Putra Tk. Kotamadya Pematangsiantar Tahun 2021
  16. Juara 1 Fahmil Quran Tk Kabupaten Simalungun Tahun 2022
  17. Juara 1 Sepak Bola Kabupaten Simalungun JAPFA Cup 2018
  18. Juara 2 Sepak Bola Piala Brimob tingkat Kabupaten Simalungun tahun 2021

Mencermati disiplin siswa dalam pesantren, di lain pihak, diakui sering menimbulkan kebosanan. Untuk mengatasi itu, pesantren melakukan berbagai kegiatan pembelajaran intrakurikuler yang dilangsungkan di luar kelas.

Kegiatan praktek lapangan para santri di Pondok Pesantren

Kegiatan ini dimaksudkan untuk membekali santri kemampuan melakukan penelitian atau riset di lapangan terkait dengan mata pelajaran tertentu.

Kegiatan ini sudah berjalan sejak tahun 2018 dengan materi pelajaran Bahasa Inggris, Kimia dan Biologi antar lain bertempat di Balai Penelitian dan Pengembangan Aek Nauli Parapat, Meeting Tourist di Berastagi.
Kemudian, pembuatan Roti Sariroti di Pabrik Sariroti Tanjung Morawa, Pabrik Roti acang Eliya Lubis di Tebing Tinggi, P.T Inalum, dan Pembangkit Tenaga listrik di Sigura-gura.

Pihak yayasan yakin, dengan berbagai disiplin dan penyegaran yang dilakukan, diharapkan santri tidak sempat lagi berpikir yang dapat mengganggu kegiatan belajarnya. partono budy

Aslamul Huda Sani:

Bangga Jadi Alumni Pesantren Modern Al-Barokah

Aslamul Huda Sani, Bangga jadi alumni Pesantren Modern Al Barokah.

ASLAMUL HUDA SANI sangat bangga berhasil menamatkan pendidikan di Pesantren Modern Al Barokah tahun 2018. Warga Siantar berusia 20 tahun ini makin optimis menapaki studinya di salah satu institusi pendidikan di Bogor, Jawa Barat.

“Bangga sekali pak saya lulus dan menamatkan pendidikan di pesantren, dan saya kini menekuni di salah satu institusi pendidikan di Bogor, Insya Allah akan diwisuda tahun ini,” kata Coki, panggilan Aslamul.

Lebih bangga lagi karena upayanya meneruskan jenjang pendidikan yang lebih tinggi diraih tanpa biaya, alias mendapat biaya siswa dari pihak institusinya yang dia masuki sekarang.

“Saya merasakan ini kebahagiaan bagi saya karena belajar di Pesantren Modern Al Barokah, banyak hal yang saya dapatkan, khususnya pendidikan agama. Ini sangat berarti buat masa depan saya, karena saya memahami ilmu yang saya dapatkan untuk masa depan saya,” katanya.

Adapun hal yang sangat berkesan bagi dirinya adalah pemahaman dan penghayatan Al Quran melalui perbaikan bacaan yang masuk dalam ujian kenaikan tingkatan. “Itu sangat berkesan karena diri saya semakin sadar bahwa Al Quran menuntun hidup saya,” ujarnya.

Coki juga mengapresiasi guru yang mengajar dirinya selama mengenyam pendidikan Aliyah selama 3 tahun, yang memiliki kompetensi yang baik. “Insya Allah akan saya sampaikan hal-hal yang baik kepada teman-teman saya di Bogor,” katanya.

Coki juga meminta santri yang sedang menjalani pendidikan di Pesantren Modern Al Barokah untuk tidak ragu menuntut ilmu di sana.

Ditanya apakah dia mau kembali ke pesantren Al Barokah, Coki menjawab singkat "Insya Allah," ujarnya.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement