Breaking News
Memuat breaking news...

13 Lembu Warga Mati Di Perkebunan

Redaksi
Redaksi
Kamis, 14 September 2023 - 6.34 PM WIB
13 Lembu Warga Mati Di Perkebunan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

KISARAN (Waspada): Diduga keracunan, sedikitnya 13 ekor lembu warga mati di parit bekoan kawasan perkebunan Afd II, Kebun Sei Silau PTPN III, Dusun IV, Desa Sei Silau Timur, Kec Buntu Pane, Kab Asahan.

Camat Buntu Pane Rahmat Hidayat Rambe, dikonfirmasi Waspada, Kamis (14/9) menerangkan bahwa penemuan 13 ekor lembu yang mati pada Rabu (13/9) pagi oleh salah satu warga, dengan kondisi binatang ternak itu telah mati dengan mengeluarkan buih. Dan untuk diketahui bahwa wilayah itu sudah berdiri plang pemberitahuan bahwa rumput sedang diracun.

"Dugaan sementara, lembu itu mati karena karena makan rumput yang dibubuhi racun di areal perkebunan," jelas Rambe.

Oleh sebab itu, pihak Forkopimcam Buntu Pane akan memfasilitasi masyarakat dengan pihak perkebunan, sehingga masalah ini bisa diselesaikan dengan baik dan bijaksana.

"Kita telah membuatkan surat untuk mediasi kepada pihak perkebunan," jelas Rambe.

Oleh sebab itu, kata Rambe, dirinya belum bisa menjelaskan secara detail untuk tindak lanjut dari permasalahan ini, sebelum mediasi dilakukan.

"Forkopimcam akan tetap memfasilitasi permasalahan ini sehingga bisa diselesaikan," jelas Rambe. (a02/a19/a20)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement