Breaking News
Memuat breaking news...

140 Anak di Bireuen Diduga Keracunan MBG, Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 28 Februari 2026 - 2.19 AM WIB
140 Anak di Bireuen Diduga Keracunan MBG, Masih Menunggu Hasil Laboratorium
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BIREUEN (Waspada.id): Sebanyak 140 anak dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Simpang Mamplam dan Pandrah diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr Irwan, menyatakan belum bisa memastikan jenis makanan penyebabnya dan hasil pemeriksaan laboratorium sedang ditunggu di Banda Aceh.

"Kita belum bisa memastikan jenis makanan mana yang keracunan, karena harus kita tunggu hasil labnya terlebih dahulu dan itu sudah kita ambil dan dibawa ke Banda Aceh. Hanya tinggal menunggu hasilnya saja," ujar dr Irwan pada Jumat (27/2).

Sebanyak 133 korban berasal dari Kecamatan Simpang Mamplam dan 7 orang dari Kecamatan Pandrah. Mereka mendapatkan perawatan di berbagai fasilitas kesehatan:

- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen (11 orang)

- Rumah Sakit Bireuen Medical Center (BMC) (8 orang)

- Rumah Sakit Jeumpa Hospital (4 orang)

- Rumah Sakit Umum Pidie Jaya (1 orang)

- Puskesmas Simpang Mamplam (56 orang)

- Puskesmas Samalanga (23 orang)

- Puskesmas Pandrah (24 orang)

- Puskesmas Jeunib (13 orang)

Dr Irwan menjelaskan bahwa meskipun anak-anak mengalami muntah setelah mengonsumsi bakso, tidak bisa dipastikan bahwa makanan tersebut menjadi penyebab utama. "Akan tetapi yang lebih jelas nanti kita menunggu hasil labnya sajalah. Karena makanannya bukan baksonya saja, tetapi ada beberapa jenis makanan lain," jelasnya.(id73)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement