Breaking News
Memuat breaking news...

16 Negara Asia-Pasifik Perkuat Kolaborasi PAUD, ARNEC Luncurkan Strategi 2026–2030

Redaksi
Redaksi
Rabu, 21 Oktober 2026 - 7.45 AM WIB
16 Negara Asia-Pasifik Perkuat Kolaborasi PAUD, ARNEC Luncurkan Strategi 2026–2030
Head of Policy & Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry; Direktur SEAMEO CECCEP, Vina Adriany; Executive Director ARNEC, Evelyn Santiago, ARNEC; Koordinator Koalisi Nasional PAUD-HI, Irma Yuliantina; Head of ECED Tanoto Foundation, Michael Susanto.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Sebanyak 16 negara di kawasan Asia-Pasifik memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pengasuhan dan pendidikan anak usia dini (PAUD), termasuk menghadapi tantangan perubahan iklim, keberlanjutan pendanaan, serta perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital.

Upaya tersebut menjadi salah satu agenda 2026 Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development yang berlangsung di Jakarta pada 20–22 Oktober 2026 di Jakarta.

Dalam forum ini, Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC) juga meluncurkan strategi baru periode 2026–2030 untuk memperkuat pengembangan anak usia dini di kawasan Asia-Pasifik.

Sekitar 150 perwakilan pemerintah, pakar, peneliti, praktisi, mitra pembangunan, dan organisasi filantropi menghadiri forum tersebut. Peserta berasal dari Indonesia, Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, India, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam.

Forum yang diselenggarakan ARNEC bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, Tanoto Foundation, SEAMEO Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP), serta Koalisi Nasional PAUD Holistik Integratif itu mengusung tema From Knowledge to Collective Action: Strengthening Climate-Responsive and Well-Financed ECD Systems in Asia-Pacific.

Executive Director ARNEC Evelyn Santiago mengatakan, negara-negara di kawasan Asia-Pasifik membutuhkan pendekatan yang lebih terkoordinasi untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Negara-negara di kawasan Asia-Pasifik berada pada titik krusial dan tidak bisa terus mengandalkan pendekatan yang sama seperti sebelumnya. Melalui pembelajaran bersama, dialog, dan kemitraan, ARNEC bersama para mitranya ingin mendorong aksi nyata yang terkoordinasi agar semakin banyak anak usia dini di kawasan ini dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Evelyn.

Menurut dia, forum regional tersebut menjadi ruang bagi pemerintah, peneliti, mitra pembangunan, lembaga filantropi, guru, dan praktisi untuk bertukar pengalaman serta merumuskan langkah bersama dalam memperkuat sistem pengembangan anak usia dini.

Strategi baru dan penguatan kerja sama regional

Peluncuran strategi ARNEC periode 2026–2030 menjadi salah satu agenda penting forum. Strategi tersebut disusun melalui konsultasi dengan mitra di tingkat global, regional, dan nasional, serta akan menjadi panduan bagi ARNEC dalam bekerja sama dengan komunitas pengembangan anak usia dini di kawasan Asia-Pasifik.

Kolaborasi regional juga didorong melalui penelitian dan pengembangan, peningkatan kapasitas, pengelolaan pengetahuan, serta kemitraan antarlembaga.

Direktur SEAMEO CECCEP Vina Adriany mengatakan, penguatan sistem pengasuhan dan pendidikan anak usia dini di Asia Tenggara membutuhkan upaya yang tidak hanya berfokus pada kualitas layanan, tetapi juga pada penyelesaian berbagai tantangan struktural.

Pendanaan, menurut Vina, perlu didukung kerangka hukum yang kuat, menjangkau anak-anak dan masyarakat secara merata, serta berkelanjutan tanpa bergantung pada dukungan donor jangka pendek.

SEAMEO CECCEP juga berkontribusi dalam mendorong implementasi ASEAN–SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education melalui penelitian, pengembangan, penguatan kapasitas, dan kemitraan regional.

Kerja sama tersebut dinilai penting karena tantangan pengembangan anak usia dini mencakup berbagai aspek, mulai dari pendidikan dan pengasuhan hingga perlindungan, kesejahteraan, dan ketahanan menghadapi perubahan lingkungan.

AI dan suara anak dalam pendidikan masa depan

Selain memperkuat kolaborasi dan pendanaan, forum ini juga membahas masa depan pendidikan anak usia dini di tengah perkembangan teknologi.

Pada hari ketiga, diskusi dijadwalkan mengangkat pemanfaatan kecerdasan buatan dan teknologi digital, serta pentingnya memberikan ruang bagi suara dan perspektif anak dalam pengembangan kebijakan dan layanan pendidikan.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat perkembangan pendidikan anak usia dini secara menyeluruh, termasuk bagaimana inovasi teknologi dapat ditempatkan sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan anak.

Forum ini juga mengangkat kampanye global Act for Early Years, sebuah gerakan yang menyerukan akses terhadap layanan pengembangan anak usia dini, pengasuhan, dan pendidikan prasekolah berkualitas bagi semua anak perempuan dan laki-laki.

Melalui kampanye tersebut, peserta didorong menandatangani Minifesto, sebuah seruan untuk meningkatkan perhatian dan investasi dalam pengembangan anak usia dini.

Melalui strategi baru, kampanye global, dan pertukaran pengalaman antarnegara, ARNEC bersama para mitranya berharap dapat memperkuat komitmen kawasan Asia-Pasifik dalam membangun sistem pengembangan anak usia dini yang inklusif, tangguh terhadap perubahan iklim, dan didukung pendanaan berkelanjutan.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement