Breaking News
Memuat breaking news...

2.440 KK Terdampak Banjir Di Sergai

Redaksi
Redaksi
Selasa, 15 November 2022 - 7.12 PM WIB
2.440 KK Terdampak Banjir Di Sergai
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SERGAI (Waspada): Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mencatat ada 2.440 kepala keluarga (KK) terdampak banjir melanda empat kecamatan di Kab Sergai. Keempat kecamatan itu Dolok Masihul, Tebing Tinggi, Sipispis dan Kec Sei Rampah.

Kondisi banjir akibat jebolnya tanggul di Meriah Padang, Tinggi Tinggi. Waspada/Ist

Kalak BPBD Kab Sergai Frits Damanik kepada Waspada.id Selasa (15/11/2022) mengatakan banjir yang melanda Sergai akibat hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi yang cukup lama ditambah jebolnya tanggul Sungai Meriah Padang di Tebing Tinggi dan di perparah air kiriman dari hulu hingga sungai Bedagai tidak mampu menampung air hingga meluap pemukiman warga.

"Ada tambahan debit air ke pemukiman warga karena ujan memang sangat deras sejak sepekan terakhir ini," papar Frits Damanik.

BPBD Kab Sergai lanjut Frits Damanik telah berkoordinasi dengan camat, kepala desa, OPD terkait untuk selanjutnya melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak, dari lokasi banjir terparah di Kec Sei Rampah juga sudah menurunkan perahu untuk mobilisasi evakuasi warga, serta mendirikan tenda posko banjir di lokasi.

"BPBD mengimbau kepada warga untuk waspada terhadap kemungkinan naiknya ketinggian air banjir, dan untuk tidak bertahan di rumah jika air terus naik, mengingat cuaca hingga saat ini masih terjadi hujan susulan" papar Frits Damanik. (cmw/a15)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement