Dosen FISIP UMSU Ajarkan Fotografi Kepada Warga Desa Yang Belum Tersentuh ListrikDosen FISIP UMSU Ajarkan Fotografi Kepada Warga Desa Yang Belum Tersentuh Listrik

MEDAN (Waspada): Dosen fotografi FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr. Muhammad Said Harahap, M.I.Kom ajarkan fotografi kepada warga di desa yang belum tersentuh aliran listrik.
Pelatihan fotografi tersebut dilakukan dua hari, Sabtu (10/12) dan Minggu (11/12) di Dusun Pancasila, Desa Mekar Makmur yang merupakan kawasan Ekowisata Lepan Pancasila, Kec. Sei Lepan, Kab. Langkat.
Pelatihan fotografi ini diikuti puluhan warga dengan latar belakang petani kebun dan wirausaha yang tinggal di kawasan perkebunan sawit dan karet di dusun tersebut.
Pelatihan fotografi digelar bersama Fisip UMSU, Yayasan Orangutan Sumatera Lestari- Orangutan Information Center (YOSL- OIC) dan STFJ.
Pelatihan fotografi menggunakan kamera ponsel android untuk kelompok masyarakat dalam program ekowisata.
Ketua PFI Medan dan Juga Direktur STFJ, Rahmad Suryadi mengatakan, pelatihan fotografi tersebut merupakan kegiatan pengabdian organisasi STFJ agar dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Hal senada juga disampaikan Direktur YOSL-OIC Fransisca Ariantiningsih. Fransisca ingin pada zaman modren saat ini masyarakat desa dari berbagai latar belakang pendidikan akan mendapatkan pendampingan dunia pendidikan ekowisata lewat para fotografer yang mampu mempopulerkan potensi kawasan tempat tinggal mereka.
Harapannya, para generasi muda dan masyarakat tersebut dapat mengembangkan potensi desa lewat progran ekowisata melalui visual fotografi.
“Materi diskusi yang diberikan pun cukup sederhana. Hanya seputar fotografi dasar dan fotografi ponsel. Kita ingin generasi muda dan masyarakat di sini bisa memanfaatkan fasilitas ponsel pintar yang mereka miliki jadi alat untuk berkarya,” sambung Muhammad Said Harahap.
Said mengungkapkan, pelatihan fotografi tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat dan generasi muda untuk mempromosikan potensi desa dengan progran ekowisata tempat mereka bermukim.
Menurutnya, melalui kegiatan positif ini kita dapat melihat potensi masyarakat dan generasi muda di dusun ini agar mereka bisa menyalurkan minat dan bakat dengan mempelajari teknik fotografi android.
“Semoga melalui pelatihan fotografi tingakat dasar ini bagi masyarakat dan generasi muda dapat mengembangkan kemampuan mereka untuk mempromosikan potensi desa dalam program ekowisata, paling nggak melalui media sosial,” tuturnya.
Sementara, Ketua Kelompok Dusun Pancasila, Sutejo menilai pelatihan dan pendampingan yang dilakukan YOSL-OIC untuk ekowisata desa melalui fotografi yang digelar sangat positif dan menarik.
‘’Pelatihan ini sangat menarik, walaupun dusun kami belum tersentuh penerangan listrik maupun jaringan internet, tapi kami tetap bersemangat,’’ tandasnya.(m29)






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda