Breaking News
Memuat breaking news...

37 Desa Terdampak Banjir Dan 2 Desa Terjadi Tanah Longsor Di Deliserdang

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 19 November 2022 - 4.08 PM WIB
37 Desa Terdampak Banjir Dan 2 Desa Terjadi Tanah Longsor Di Deliserdang
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

DELISERDANG (Waspada): Sebanyak 37 desa terdampak banjir dan 2 desa terjadi tanah longsor di 11 Kecamatan di Kabupaten Deliserdang.

Peristiwa tersebut terjadi pasca hujan deras dan meluapnya debit air pada beberapa sungai serta melimpah ke permukiman warga pada, Jumat (18/11) malam.

Ketua DPC Perindo Sunggal Bornok Simanjuntak saat memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir di dapur umum Desa Tanjung Gusta. (Waspada/Edward Limbong).

Informasi yang dihimpun Waspada, Sabtu (19/11), masing-masing desa yang terdampak banjir yakni untuk Kecamatan Sunggal di Desa Puji Mulyo, Desa Purwodadi, Desa Mulyo Rejo, Desa Paya Geli, Desa Medan Krio, Desa Sunggal Kanan dan Desa Tanjung Gusta. Kecamatan Lubuk Pakam di Kelurahan Paluh Kemiri. Kecamatan Pagar Merbau di Desa Bandar Dolok. Kecamatan Tanjung Morawa Desa Bangun Sari Baru, Desa Tanjung Morawa A, Desa Punden Rejo, Desa Daluh X A dan Desa Daluh X B.

Kemudian, Kecamatan Deli Tua yang terdampak banir Kelurahan Deli Tua Barat dan Desa Suka Makmur. Kecamatan Patumbak Desa Marindal I dan Desa Patumbak Kampung. Kecamatan Namorambe di Desa Kuta Tualah dan Desa Kwala Semei-mei. Kecamatan Hamparan Perak, di Desa Klambir V Kebun dan Desa Paya Bakung.

Selanjutnya di Kecamatan Percut Sei Tuan ada 10 Desa, masing-masing, Desa Sampali, Desa Sei Rotan, Desa Sambirejo Timur, Desa Kolam, Desa Tembung, Desa Lau Dendang, Desa Bandar Setia, Desa Percut, Desa Cinta Rakyat dan Medan Estate. Kecamatan Batang Kuis berada di Desa Tanjung Sari, Desa Sena, Desa Bintang Meriah, Desa Batang Kuis Pekan, Desa Paya Gambar, Desa Bakaran Batu dan Desa Sidodadi.

Sementara itu desa terjadi tanah longsor berada di Desa Buah Nabar Dusun Namo Pakam, Kecamatan Sibolangit dan Desa Lau Rakit, Kecamatan STM Hilir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deliserdang Amos F Karo-Karo SSos MAP mengatakan, 11 Kecamatan yang ada di Kabupaten Deliserdang terdampak terdampak banjir dan tanah longsor masih terus didata berapa banyak jumlah rumah yang terendam banjir. "Diperkirakan ada ratusan rumah untuk ketinggian air untuk sementara mencapai 30 Cm sampai dengan 50 cm, dimana diperkirakan debet air akan terus naik. Jadi tim TRC BPBD Kabupaten Deliserdang sedang dilokasi melakukan asessment dan evakuasi warga," kata Amos.

Camat Percut Sei Tuan, Fitriyan Syukri, SSTP, M.Si menyebutkan, dalam mengantisipasi meluasnya banjir di 10 desa yang ada di Kecamatan Percut Sei Tuan. Pihaknya kini telah melakukan rapat Upaya Respon Cepat (URC) meminta para Kades maupun Lurah untuk segera melakukan gotong royong dalam menangani pengurangan banjir susulan yang lebih besar lagi. "Kita harus waspada dan memberikan edukasi serta himbauan kepada masyarakat di wilayah masing-masing desa," katanya.

Camat Percut Sei Tuan, Fitriyan Syukri saat melakukan rapat URC dengan Kades. (Waspada/Edward Limbong).

Sementara itu di Kecamatan Sunggal sejumlah desa ada yang telah mendirikan posko pengungsian dan membuka dapur umum. Sejumlah pihak juga telah memberikan bantuan sembako, seperti halnya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang memberikan sembako.

Ketua DPC Perindo Sunggal Bornok Simanjuntak SH MH mengatakan pihaknya telah memberikan bantuan berupa beras kepada warga di tiga desa yakni Desa Payah Gelih, Desa Tanjung Gusta dan Desa Puji Mulyo."Kita Partai Perindo prihatin dengan bencana alam banjir ini, dengan bantuan ini semoga bisa sedikit meringankan beban masyarakat," katanya.

Borngak juga mengharapkan, bagi masyarakat yang tidak terdampak banjir dan yang mampu agar bersama-sama mengulurkan tangan untuk membantu masyarakat korban banjir. "Selain itu kita mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Deliserdang untuk melakukan perbaikan drainase dan normalisasi sungai karena berdasarkan tinjauan kita faktor penyebab banjir ini dikarenakan curah hujan yang tinggi juga karena faktor drainase yang buruk serta kondisi aliran sungai yang mengecilnya akibat pendangkalan dan penyempitan badan sungai dan dinding sungai," katanya. (a16).

Teks Foto: Kondisi banjir selutut orang dewasa di Desa Tanjung Gusta. (Waspada/Edward Limbong).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement