Breaking News
Memuat breaking news...

4 April, Pertama Kali Pemko Medan Luncurkan Bus Wisata Gratis

Redaksi
Redaksi
Rabu, 3 April 2024 - 11.53 AM WIB
4 April, Pertama Kali Pemko Medan Luncurkan Bus Wisata Gratis
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Medan (Waspada): Tidak lama lagi, masyarakat maupun turis yang berkunjung ke Medan dapat mengunjungi objek wisata di kota ini dengan menggunakan bus wisata gratis. Program bus wisata yang baru pertama kali dilaksanakan Pemko Medan ini akan diluncurkan Kamis (4/4) sore di depan Kantor Area Traffic Control System (ATCS) Dinas Perhubungan Medan, Jalan Balai Kota, Kesawan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Medan Iswar Lubis bersama Pimpinan CSR Bank Sumut, Abdul Hamid, Selasa (2/4) di Taman A Yani.

"Program bus wisata ini tidak menggunakan dana APBD, melainkan hasil kolaborasi antara Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan Medan dengan Bank Sumut," ucapnya.

Iswar mengungkapkan, bus wisata ini diharapkan mampu mengakomodir masyarakat maupun turis yang ingin melihat lokasi atau objek wisata di Medan.

“Rute sementara, berawal dari depan Kantor ATS Dishub, lalu gedung BI, Kantor Pos, ke Guru Patimpus, Gajah Mada, S. Parman, kita harap di situ ada Rahmat Gallery, akan kita bawa ke Juanda, terus masuk ke Brigen Katamso untuk melihat Istana Maimun, Masjid Raya Al Mashun, dan Kolam Sri Deli, lalu Menara Air PDAM Tirtanadi, kembali lagi sembari melihat Rumah Tjong A Fie. Ini masih sementara dan dimatangkan saat peluncuran nanti,” ucapnya.

Dia menerangkan, bus wisata ini memiliki 27 kursi (seat) dan dilengkapi dengan pemandu wisata. Pada hari libur, termasuk masa Lebaran ini, bus wisata mulai pagi sampai malam. Sedangkan pada hari biasa bus ini beroperasi mulai siang.

Di tempat sama, Pimpinan CSR Bank Sumut Abdul Hamid mengatakan, Medan memiliki wisata heritage. Dengan adanya program bus wisata ini, diharapkan masyarakat Medan maupun luar kota, bisa mengetahui kekayaan heritage dan wisata sejarah.

“Inilah upaya kami dengan memberi satu unit bus wisata. Dan Alhamdulillah, jika program ini bisa menggugah stakeholders lain untuk menambah unit bus. Alhamdulillah juga kami menjadi yang pertama,” ungkapnya. (rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement