Breaking News
Memuat breaking news...

403 WBP Jalani Skrining ACF TBC

Redaksi
Redaksi
Rabu, 20 September 2023 - 3.58 PM WIB
403 WBP Jalani Skrining ACF TBC
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LHOKSEUMAWE (Waspada): Sejumlah 403 Warga Binaan Permasyarakat (WBP) Lapas Kelas IIA Lhokseumawe menjalani Skrining TBC dengan Intervensi Rontgen Dada, Rabu-Jumat (20-22/9). Kegiatan ini sebagai bentuk deteksi dini mencegah penularan TBC di dalam Lapas.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di bawah naungan Kanwil Kemenkumham Aceh. Menindaklanjuti Surat Edaran Dirwatkeshab Ditjenpas Kemenkumham RI Nomor PAS.06-PK.06.07-710 tentang Skrining TBC dengan Intervensi Rontgen Dada.

"Lapas Kelas IIA Lhokseumawe bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe dan Tirta Medical Center (TMC), melaksanakan kegiatan Skrining ACF TBC dengan Intervensi Rontgen Dada bagi WBP," jelas Plt. Kalapas Kelas IIA Lhokseumawe, Efendi.

Dia juga menjelaskan, skrining ACF TBC dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 20 sampai dengan 22 September 2023. Selain Plt. Kalapas Kelas IIA Lhokseumawe, kegitan ini ikut dihadiri para pejabat struktural dan seluruh tim Kegiatan Skrining X-Ray.

Efendi berharap, kegiatan ini dapat berjalan sukses dan sesuai capaian target yang telah ditetapkan Ditjenpas sebanyak 403 orang WBP. "Semua ini tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan dari bapak dan ibu, baik dari Ditwatkeshab Ditjenpas, Kemenkes, Global Fund (GF), Vendor X-Ray Tirta Medical Center (TMC) dan terkhusus seluruh tim dari Lapas Lhokseumawe," sebutnya.

Dia juga menambahkan, semoga kegiatan Skrinning ACF TBC dapat diagendakan kembali pada tahun mendatang.(b08)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement