Breaking News
Memuat breaking news...

5,7 Juta Box Makanan Jemaah Disiapkan

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 27 Mei 2023 - 5.49 PM WIB
5,7 Juta Box Makanan Jemaah Disiapkan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Laporan Haji : Muhammad Ishak

MADINAH (Waspada): Layanan Konsumsi Daerah Kerja (Daker) Madinah, menyiapkan 5,7 juta box makanan untuk jemaah haji dari Indonesia. Makanan tersebut didistribusikan setiap hari untuk seluruh penginapan dalam lima sektor di Kota Madinah, Arab Saudi.

Ketua PPIH Arab Saudi, Subhan Cholid, melalui Kepala Seksi Layanan Konsumsi Daker Madinah, Suviyanto, Sabtu (27/5) menjelaskan, jemaah gelombang pertama disiapkan 2,6 juta box makanan untuk 98.000 jemaah selama sembilan hari dikali tiga kali makan tiap hari.

Disela-sela mengunjungi dapur katering, Suvianto menambahkan, untuk gelombang kedua jumlah makanan yang disiapkan mencalai 2,8 juta box, karena mencapai 114.000 jemaah. "Jadi total kebutuhan konsumsi jemaah di Madinah, mencapai 5,7 juta box," katanya.

Jutaan box makanan tersebut didistribusikan selama tiga kali waktu makan, yakni mulai pukul 05:00-07:00 WAS (sarapan pagi), pukul 12:00-14:00 WAS (makanan siang) dan pukul 17:00-19:00 WAS (makan malam).

Diharapkan, jemaah tidak mengkonsumsi makanan diluar batas waktu yang tertera di sampul kemasan. "Jika sudah mendapatkan makanan, maka jemaah segera mengkonsumsinya. Misalnya, sarapan pagi jangan dikonsumsi lebih dari pukul 09:00. Begitu juga dengan makanan siang agar tidak dikonsumsi di atas pukul 16:00. Dan untuk makanan malam agar dikonsumsi sebelum pukul 21:00," kata Suviyanto.

Disinggung menu makanan, Suviyanto kembali menambahkan, makanan yang disiapkan jemaah haji tahun ini lebih memanjakan lidah jemaah haji Indonesia. "Menu yang dipilih merupakan makanan nusantara yang sudah akrab dengan lidah orang Indonesia, seperti nasi kuning, nasi uduk, oreg tempe, ayam woku, tumis jamur, dan lainnya," sebutnya.

Untuk menjaga cita rasa dan kandungan gizi di dalamnya, Suviyanto menambahkan, setiap dapur tersedia chef dari Indonesia. Bahkan, pihaknya menyiapkan dua chef untuk melakukan tester. "Ini tujuannya untuk menjamin cita rasa masakan Indonesia," tutur Suviyanto.

Selain itu, bahan yang digunakan sengaja dikirim dari tanah air, seperti bumbu-bumbuan kayu manis, garam, gula dan minyak goreng. "Tapi untuk bahan baku seperti beras dan ikan masih menggunakan produk Arab Saudi. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa dikirim seluruh bahan baku yang di masak ini dari Indonesia," demikian Suviyanto. (b11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement