8 Buku Disertasi Dosen IKJ Diluncurkan, Jeffry Alkatiri: Mitos Tak Bisa Menulis Terbantahkan

JAKARTA (Waspada.id): Delapan dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Kesenian Jakarta (IKJ) membuktikan produktivitas akademiknya melalui penerbitan buku yang bersumber dari hasil penelitian disertasi. Delapan buku tersebut diluncurkan dalam acara bertema “Tradisi dalam Ruang Interpretasi Budaya Modern” di Balai Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis IKJ ke-56. Karya yang diterbitkan tidak hanya menjadi dokumentasi penelitian, tetapi juga diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hasil kajian akademik dosen seni dan desain.
Dekan FSRD IKJ Dr. Adlien Fadlia mengatakan publikasi tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi untuk membawa hasil penelitian kepada masyarakat.
“Kerja-kerja lapangan dalam meneliti seni, desain dan produk tradisi dalam ruang budaya seni rupa modern dipublikasikan kepada masyarakat luas dalam bentuk buku agar tumbuh pemahaman mengenai tradisi Indonesia dalam konteks modern,” ujar Adlien.
Peneliti dan pengajar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Prof. Zeffry Alkatiri, menilai penerbitan delapan buku tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa dosen IKJ tidak produktif dalam menulis.
“Mitos dosen IKJ tidak bisa menulis, terbantahkan dengan lahirnya buku ini,” kata Zeffry.
Menurut Zeffry, buku-buku tersebut dapat menjadi jejak sejarah para pengajar sekaligus memperkuat rekam akademik IKJ. Publikasi tersebut juga dapat mendukung pengembangan karier dosen dan penguatan akreditasi kelembagaan.
Selain itu, buku-buku tersebut dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, peneliti, maupun praktisi bidang terkait. Karya yang diterbitkan juga berpotensi memperluas sitasi terhadap penelitian dosen sekaligus memperkuat branding IKJ.
Delapan buku tersebut mengangkat tema yang beragam, mulai dari tradisi tenun Sasak, batik, kebaya, interior Istana Kepresidenan Yogyakarta, Galeri Nasional Indonesia, budaya Toraja, kostum teater hingga pengembangan busana berbasis wayang.
Buku-buku tersebut ditulis oleh Ika Yuni Purnama, Adlien Fadlia, Nita Trismaya, Lily Wijayanti, Mangesti Rahayu, Novi Yuniarti, Lucky Wijayanti, dan Citra Smara Dewi.
Peluncuran menghadirkan Prof. Zeffry Al Katiri dan Dr. Bambang Tri Rahadian, M.Sn., sebagai pembicara. Keduanya menyoroti pentingnya publikasi dan pengembangan metodologi dalam pendidikan tinggi seni agar karya akademik tidak berhenti di lingkungan kampus.(id11)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda