Breaking News
Memuat breaking news...

95 Kios Di Tanah PT KAI Di Kualasimpang Sudah Dibongkar

Redaksi
Redaksi
Kamis, 14 September 2023 - 6.30 PM WIB
95 Kios Di Tanah PT KAI Di Kualasimpang Sudah Dibongkar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

KUALASIMPANG.(Waspada): Sebanyak 102 kios yang menempati tanah aset milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di Kampung Perdamaian, Jalan Cut Nyak Dhien, Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, 95 kios diantarnya sudah dibongkar, sedangkan 7 kios pemiliknya masih ngotot bertahan balik membongkar kiosnya.

Pengamatan Waspada, Kamis (14/9), tampak puluhan kios di bagian depan dan belakang di lokasi tersebut sudah dibongkar rata dengan tanah hanya menyisakan puing-puing sisa material bangunan kios. Selain itu, pemilik/penghuni yang kiosnya sudah dibongkar tampak mendirikan kios darurat untuk tempat berjualan.

Informasi yang beredar di lokasi tersebut mengatakan pemilik kios yang masih bertahan belum bongkar kiosnya masih menunggu hasil keputusan rapat antara pemilik kios, pengembang dan PT. KAI di Komisi I DPRK Aceh Tamiang.

Pemegang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebagai pengembang yang akan membangun ruko untuk penataan Kota Kualasimpang di Tanah aset PT. KAI (Persero), Iskandar ketika dikonfirmasi Waspada, Kamis (14/9) mengatakan, jumlah kios di lokasi tersebut 102 kios, sudah banyak yang dibongkar, hanya tinggal 7 kios lagi yang belum dibongkar oleh pemiliknya.

"Sudah banyak yang setuju untuk penataan kota dan setuju untuk dibangun ruko," ujarnya.

Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang, Miswanto ketika dikonfirmasi Waspada melalui telepon, Kamis (14/9) mengatakan, pihaknya dari Komisi I sudah mengundang pihak PT. KAI, tetapi orangnya lagi di Bandung, sehingga belum bisa dibuat rapat di Komisi I.

Selain itu, pemilik kios yang sebelumnya tidak setuju kiosnya dibongkar, namun kini sudah ramai yang setuju kiosnya dibongkar.

"Sebelumnya sudah kita tampung aspirasi pedagang yang datang ke Komisi I, tetapi saat ini yang terjadi malahan lebih banyak yang setuju daripada yang tidak setuju, tentu saja hal itu mau kita buat harus bagaimana lagi?," tegas Miswanto.(b14)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement