Breaking News
Memuat breaking news...

Ade Jona: Gimmick Gibran Bagian Dari Strategi, Hal Wajar Dalam Politik

Redaksi
Redaksi
Selasa, 23 Januari 2024 - 1.09 PM WIB
Ade Jona: Gimmick Gibran Bagian Dari Strategi, Hal Wajar Dalam Politik
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Gimmick yang ditampilkan calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka saat debat cawapres kedua yang diselenggarakan KPU RI, Minggu (21/1/2024) malam merupakan bagian dari strategi. Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar dalam dunia politik.

Menurut Ketua TKD Prabowo - Gibran Sumut, Ade Jona Prasetyo, secara keseluruhan penampilan Gibran dalam debat tersebut pantas mendapatkan apresiasi. Meskipun atas gimmick tersebut feedbacknya menuai pro dan kontra.

"Apapun ceritanya, penampilan Mas Gibran dalam debat tersebut harus diapresiasi," ungkapnya.

Dirinya juga mencoba menyelaraskan pandangannya dengan menggarisbawahi bahwa dalam konteks politik, setiap langkah dan penampilan memiliki nuansa yang strategis. Terrmasuk penggunaan gimmick. Namun, yang paling penting adalah bagaimana substansi yang disampaikan Gibran dalam debat. "Gagasan yang disampaikan Gibran menjawab permasalahan yang terjadi di publik, terkhusus pada upaya reforma agraria melalui digitalisasi yang memang perlu dilakukan," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Daulay menambahkan, apabila ada yang menyatakan gimmick yang ditampilkan Gibran sebagai bentuk kurangnya etika, hal itulah yang tidak pantas disampaikan.

Menurutnya, Gibran sangat bersikap sopan. Dirinya bertanya sesuai topik dan tidak melakukan tindakan asal-asalan. "Jika ada yang tidak bisa menjawab, itu hanya menunjukkan kelemahan lawan debat yang tidak siap," ungkapnya.(rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement