Afif Abdillah: Jangan Cuma Hafal Pancasila, Terapkan Dalam Kehidupan

MEDAN (Waspada.id): Anggota DPRD Kota Medan, Afif Abdillah, SE, mengingatkan pelajar agar tidak hanya menghafal lima sila Pancasila, tetapi menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan itu disampaikan Afif dalam acara Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, di Halaman SMA Nurul Islam Indonesia, Jln. Megawati Kel. Pasar Merah Timur, Kec. Medan Area, Sabtu (26/9).
Menurut Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Medan ini, nilai-nilai Pancasila sebenarnya sudah dekat dengan kehidupan pelajar. Sikap adil, menghormati orang lain, menjaga persatuan dan tidak mudah menghakimi merupakan bagian dari penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila itu bukan cuma dibicarakan. Kita harus tegakkan dan jalankan bersama,” kata Afif.
Ia mencontohkan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Nilai tersebut dapat diterapkan dengan memperlakukan orang lain secara adil dan tidak memberikan penilaian hanya berdasarkan kesalahan satu orang.
“Kalau satu orang di kelas melakukan kesalahan, apakah satu kelas dianggap salah? Tidak adil,” ujarnya di hadapan para pelajar.
Begitu juga dalam kerja kelompok. Jika satu kelompok terdiri dari lima orang, tetapi hanya satu yang bekerja, menurut Afif, memberikan penilaian yang sama kepada seluruh anggota kelompok juga menjadi persoalan keadilan.
Karena itu, ia mengajak pelajar memahami makna “adil” dan “beradab”, bukan sekadar mampu menyebutkan sila kedua Pancasila.
“Jadi kalian tahu apa yang adil dan tidak, apa yang beradab dan tidak,” katanya.
Afif juga mengingatkan pelajar untuk tidak mudah men-judge atau menghakimi orang lain. Terlebih, kehidupan generasi muda saat ini sangat dekat dengan media sosial yang sering menampilkan kehidupan orang lain secara tidak utuh.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat pelajar membandingkan dirinya dengan orang lain dan kehilangan rasa percaya diri.
“Kalian hidup di zaman media sosial. Jangan sampai apa yang kalian lihat membuat kalian tidak percaya diri,” ujarnya.
Ia mendorong pelajar berani menjadi diri sendiri, mencoba berbagai hal dan tidak takut mengalami kegagalan. Menurut Afif, kegagalan merupakan bagian dari proses belajar.
“Orang yang kalah itu orang yang 100 persen tidak pernah mencoba apa pun. Gagal itu biasa,” katanya.
Afif juga mengajak pelajar menjaga persatuan dengan menghargai teman sebagai sesama anak bangsa, meski memiliki perbedaan latar belakang.
“Di kiri dan kanan kalian ini saudara kita sebangsa dan setanah air,” katanya.
Ia berharap pemahaman Pancasila yang diberikan kepada pelajar tidak berhenti di ruang kelas atau kegiatan sosialisasi, tetapi diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.
“Kalau sudah memahami Pancasila, mari kita terapkan dalam kehidupan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut; Ketua DPD Partai Nasdem Kota Medan ini juga menegaskan DPRD bukan lembaga yang mengeksekusi pembangunan, melainkan menjalankan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan terhadap kebijakan serta penggunaan anggaran pemerintah daerah.
Menurutnya, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik merupakan kewenangan pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD).
“Dewan itu tidak bisa mengeksekusi. Dewan mengawasi pekerjaan pemerintah. Kalau pemerintah minta anggaran, perlu persetujuan dewan. Kalau membuat peraturan, juga melalui dewan. Tetapi yang mengeksekusi dan bekerja di lapangan adalah pemerintah,” katanya.
Ia mencontohkan sektor pendidikan. Menurut Afif, anggaran pendidikan Kota Medan mencapai sekitar Rp1,4 triliun. DPRD berperan menyerap aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya dalam pembahasan anggaran. Untuk itu diperlukan pengawasan agar memastikan anggaran yang telah disetujui benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Afif kemudian mengaitkan fungsi DPRD dengan sila keempat Pancasila, yakni Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
“Di situ ada DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Semua memiliki fungsi sebagai lembaga perwakilan rakyat sesuai tingkatannya,” jelasnya.
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda