Breaking News
Memuat breaking news...

AI Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan Indonesia, Pelatihan Masih Terbatas

Redaksi
Redaksi
Senin, 14 September 2026 - 9.07 PM WIB
AI Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan Indonesia, Pelatihan Masih Terbatas
Presiden Direktur Philips Indonesia Astri Ramayanti Dharmawan (tengah) dalam peluncuran Philips Future Health Index (FHI) 2026, Senin (14/9/2026) di Jakarta.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mulai memberikan dampak nyata terhadap layanan kesehatan di Indonesia. Sebanyak 69 persen tenaga kesehatan mengaku penggunaan alat berbasis AI meningkatkan kapasitas mereka untuk melayani lebih banyak pasien, jauh di atas rata-rata global sebesar 50 persen.

Temuan tersebut terungkap dalam Philips Future Health Index (FHI) 2026 yang diluncurkan di Jakarta, Senin (14/9/2026). Laporan tersebut merupakan edisi ke-11 FHI dan mengkaji dampak penerapan AI terhadap tenaga kesehatan dan pasien di 10 negara, termasuk Indonesia.

Selain meningkatkan kapasitas pelayanan, sebanyak 88 persen tenaga kesehatan Indonesia melaporkan AI meningkatkan efisiensi alur kerja. Sebanyak 87 persen mengaku memperoleh hasil diagnosis lebih cepat dan 82 persen menyebut AI mempercepat pengambilan keputusan terkait diagnosis.

Dampak AI juga dirasakan terhadap beban kerja. Sebanyak 67 persen tenaga kesehatan mengatakan AI membantu meningkatkan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan, sementara proporsi yang sama melaporkan penurunan tingkat stres.

Namun, peningkatan penggunaan AI belum sepenuhnya diikuti kesiapan tenaga kesehatan dan institusi. Sebanyak 55 persen responden mengatakan pelatihan AI sulit diperoleh, terbatas, atau belum merata.

Risiko lain muncul karena 58 persen tenaga kesehatan mengaku menggunakan alat AI pribadi ketika fasilitas yang disediakan institusi tidak memenuhi kebutuhan mereka.

Sementara itu, 62 persen mengatakan belum tersedia proses yang jelas untuk memantau penggunaan alat berbasis AI.

Presiden Direktur Philips Indonesia Astri Ramayanti Dharmawan mengatakan tantangan saat ini bukan lagi sekadar membuktikan manfaat AI, melainkan memastikan teknologi tersebut dapat diterapkan secara aman dan berkelanjutan.

“AI perlu terintegrasi dengan alur kerja klinis dan data kesehatan yang tepercaya, didukung peningkatan kapabilitas tenaga kesehatan, serta tetap menempatkan penilaian dan akuntabilitas manusia sebagai inti dari setiap pelayanan kesehatan,” ujar Astri, Senin (14/9/2026).

Temuan FHI 2026 juga menunjukkan tenaga kesehatan tetap menginginkan keterlibatan manusia dalam penggunaan AI. Sebanyak 94 persen responden menilai human in the loop tetap sangat penting dan 91 persen percaya seluruh hasil AI harus berada di bawah pengawasan manusia.

Di sisi lain, penggunaan AI juga semakin meluas di kalangan pasien. Sebanyak 57 persen pasien Indonesia menggunakan AI generatif untuk mencari informasi kesehatan secara online.

Namun, 80 persen tenaga kesehatan mengaku pernah meluruskan informasi keliru yang dihasilkan AI dan dibawa pasien saat berkonsultasi. Sebanyak 91 persen pasien juga menilai mereka perlu diberi tahu apabila AI digunakan dalam perawatan mereka.

Riset FHI 2026 dilakukan lembaga riset independen Vitreous World pada Februari-April 2026 dengan melibatkan 2.011 tenaga kesehatan dan 20.085 pasien di 10 negara. Di Indonesia, survei melibatkan 201 tenaga kesehatan dan 2.011 pasien.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa pengembangan AI di sektor kesehatan Indonesia perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, integrasi data, mekanisme pemantauan, serta tata kelola yang memastikan teknologi tetap berada dalam kendali manusia.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement