Breaking News
Memuat breaking news...

Anak Kesasar di Tapsel Warga Medan

Redaksi
Redaksi
Minggu, 13 Maret 2022 - 4.26 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

P.SIDEMPUAN (Waspada): Anak usia empat tahun yang kesasar di Muara Batangroru Kabupaten Tapanuli Selatan, ternyata bukan warga Kota Padang Sidempuan tetapi penduduk Kota Medan.

Sebelumnya, media gencar memberitakan bahwa anak itu dari Kota Padang Sidempuan dan Bupati Tapanuli Selatan Dolly Pasaribu memberi atensi khusus. Ternyata info status kependudukan anak tersebut tidak jelas alias tak akurat.

"Anak itu warga Kota Medan, diketahui setelah Polres Padang Sidempuan mencari informasinya lewat alat pemindai sidik jari," kata Kadis Sosial Pemko Padang Sidempuan Zufri Nasution, Minggu (13/2/2022).

Saat ini, si anak dan ibunya, Aci Nainggolan, 37, telah diserahkan Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak, Dinas Sosial dan Polres Padang Sidempuan ke pihak Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan. Diterima Kepala Lingkungan VII, Rosita.

Kondisi anak dan ibunya Aci Nainggolan dalam keadaan sehat, sadar, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun. Proses serah terima berlangsung di Kantor Camat Medan Deli dalam kondisi aman dan kondusif

Melarikan Diri

Kadis Sosial Zufri Nasution menambahkan, sebelum ini si anak bersama ibunya yang merupakan ODGJ (orang dalam gangguan jiwa) tinggal di panti perawatan yang berada di Pinang Sori Kabupaten Tapanuli Tengah.

"Hanya saja sering melarikan diri dan membawa anaknya ikut serta kemanapun dia pergi. Belakangan dia lari ke Padang Sidempun dan kemudian terpisah dengan anaknya yang kesasar sampai ke Tapsel," jelas Zufri.

Setelah berita penemuan anak kesasar itu muncul di media, Bupati Tapsel Dolly Pasaribu memberi atensi khusus. Kemudian memerintahkan Dinas P3A Pemkab Tapsel menghubungi Dinas P3A Sidempuan. Katanya, ada anak dari Sidempuan kesasar di wilayah mereka.

"Anak itu kita terima pada Kamis (10/3/2022) sekira pukul 16:30. Kemudian mempertemukannya dengan ibunya Aci Nainggolan. Awalnya mereka mengaku dari Kota Pematang Siantar," kata Zufri.

Namun karena curiga dengan pengakuannya itu, selanjuthya Tim Inafis Polres Padang Sidempuan menggunakan alat khusus deteksi sidil jari. Dari sanalah diketahui bahwa ibu dan anak itu warga Kota Medan.

"Persoalan ini sudah selesai. Anak dan ibunya telah kembali ke tempat asalnya di Kota Medan. Keduanya bukan warga Kota Padang Sidempuan seperti yang disebut-sebut dalam berita media," tutup Kadis Sosial. (a05)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement