Breaking News
Memuat breaking news...

Anak Stunting Di Medan Deli Diberi Makanan Olahan Ikan

Redaksi
Redaksi
Minggu, 9 Oktober 2022 - 4.01 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Sebanyak 28 anak stunting di Kecamatan Medan Deli diberikan makanan olahan Ikan. Itu dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Medan Deli, baru-baru ini.

"Kegiatan yang dilakukan itu adalah pemberian makanan olahan ikan. Jadi olahan ikan itu nanti bisa dikonsumsi dengan cara di bubur dan di Sop. Kita tidak menyarankan digoreng karena makanan olahan untuk balita tidak dianjurkan yang sifatnya digoreng," kata
Rilmawati Br Tarigan, SKM selaku Koordinator KB Kecamatan Medan Deli.

Katanya jika makanan yang digoreng itu dapat menghilangkan zat gizi/protein di dalam ikan.

Pentingnya anak stunting mengkonsumsi Ikan dikarenakan vitamin yang terkandung didalam ikan atau protein hewani sangat bermanfaat bagi pertumbuhan anak balita stunting.

"Anak stunting maupun anak balita lainnya, pertumbuhannya akan cenderung lebih cepat jika mengkonsumsi bahan makanan yg berasal dari protein hewani dibandingkan protein nabati (tumbuhan). Pemberian makanan olahan ikan ini akan diberikan bertahap selama 5 kali berturut-turut yang akan dilakukan setiap hari Jumat," ujarnya.

Hadir pada kegiatan itu, Camat Medan Deli, Kepala Bidang dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Mewakili Danramil 11 Medan Deli, Penyuluh KB Kecamatan Medan Deli. Camat sebagai ketua TPPS Kecamatan Medan Deli

Harapannya dengan adanya kegiatan seperti itu bisa dilakukan secara berkelanjutan, karena pemulihan atau pencegahan stunting membutuhkan intervensi yang tepat secara berkelanjutan. (Cbud)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement