Breaking News
Memuat breaking news...

Anggota DPRD Batubara Minta Direktur PDAM Tirtatanjung Mundur

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 24 September 2022 - 1.00 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

  LABUHANRUKU (Waspada): Manajemen PDAM Tirtatanjung sampai sekarang terus menjadi sorotan dari berbagai pihak.

  Kali ini disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Batubara yang meminta Direktur PDAM Tirtatanjung "tahu malu" dan dengan kesadaran sendiri untuk mundur dari jabatan, karena dinilai tidak mampu mengelola manajemen keuangan perusahaan secara baik.

  Sebab sejumlah unit perusahaan masih belum terbayarkan tagihan rekening listrik, sehingga mengancam kelangsungan pelayanan pendistribusian air bersih kepada masyarakat jika sewaktu-waktu sambungan listrik diputus mengingat pembayarannya telah melewati waktu.

  "Ini harapan kita agar Direktur PDAM Tirtatanjung Hafizullah tahu malu dan kesadaran sendiri untuk mundur dari jabatan, sepanjang tidak mampu mengelola manajemen keuangan perusahaan, sebelum dicopot Bupati Batubara sebagai tindaklanjut rekomendasi Komisi II agar ia diganti, maupun masyarakat memaksanya mundur," tukas Ketua Fraksi Nurani Karya Bangsa yang juga Bappemperda DPRD Kabupaten Batubara Usman kepada Waspada di Labuhan Ruku, Sabtu (24/9).

  Usman menyesalkan kenapa tagihan  listrik tak terbayarkan sehingga PLN memberikan toleransi belum melakukan pemutusan." Nasib baik PLN memberikan toleransi sehingga tidak sampai memberikan pemutusan. Padahal masa tagihan telah melewati waktu yang diketahui tanggal 20 setiap bulan," ujarnya.
Ketua DPC Hanura Kabupaten Batubara ini lebih lanjut mengatakan jika pengelolaan manajemen  keuangan baik tidak memungkinkan tagihan listrik disebut mencapai puluhan juta rupiah di sejumlah unit lingkungan PDAM Tirtatanjung ini tak terbayarkan.
  Sebab semasa proses pengalihan aset PDAM dari Asahan ke Batubara tagihan dari masyarakat pelanggan pemakai air bersih di satu unit saja masih tersisa jutaan rupiah, setelah dihitung biaya operasional dan gaji karyawan. Belum lagi masukan tagihan dari unit lainnya yang tersebar di Batubara.

   "Ini saya tahu betul sebab semasa proses peralihan aset sebagai ketua pansus ," ujarnya sembari mengatakan masalah tunggakan tagihan listrik PDAM  ini juga telah disampaikan ke Bupati Batubara, Zahir.

  Usman menekankan pembayaran tagihan dapat dilakukan di tiap unit dan tidak dilakukan satu pintu yakni di Kantor PDAM Tirtatanjung di Tanjungtiram seperti selama ini, demi memudahkan masyarakat membayar kewajiban tagihan pamakai air bersih setiap bulan maupun melakukan pengawasan.

  Menurut informasi dikabarkan pihak manajemen PDAM Tirtatanjung belum melakukan sebagian pelunasan tagihan listrik bulan ini diantaranya unit Mesjid Lama, Simpang Empat, Labuhan Ruku, bahkan Pagurawan.Padahal masyarakat pelanggan telah membayar kewajiban tagihan pemakai air setiap bulan.
  Manajer PLN Tanjungtiram Wawan kepada Waspada mengakui PDAM Tirtatanjung sebagian belum melakukan pelunasan tagihan rekning listrik bulan ini.(a.18)

Ket gambar: KETUA Fraksi Nurani Karya Bangsa yang juga Bappemperda DPRD dan Ketua DPC Hanura Kabupaten Batubara Usman menyoroti kinerja Direktur PDAM Tirtatanjung. Waspada/Iwan Has

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement